Bantuan Uni Eropa akan diberikan secara bilateral maupun regional untuk mendukung upaya mengatasi krisis kesehatan saat ini, menguatkan sistem kesehatan, serta mengurangi pemulihan ekonomi dan sosial.
“Dalam masa-masa sulit, ASEAN dapat mengandalkan Uni Eropa. Uni Eropa dan ASEAN merupakan organisasi regional yang didukung oleh solidaritas dan kemitraan selama 42 tahun. Dengan menggelontorkan 350 juta euro untuk mendukung negara-negara ASEAN, Uni Eropa menunjukkan independensi dengan negara ASEAN,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Igor Driesmans, dalam keterangan tertulis Uni Eropa yang diterima Medcom.id, Selasa, 28 April 2020.
“Kami akan mendukung langkah-langkah konkret ASEAN untuk mengatasi masalah kesehatan, sosial dan ekonomi kawasan ini. Kita hanya dapat mengatasi pandemi virus korona melalui kerja sama, solidaritas dan koordinasi global,” imbuh Dubes Driesmans.
Uni Eropa membantu ASEAN untuk mengatasi krisis multifaset akibat virus korona. Dalam pertemuan virtual pertama antara Uni Eropa dan ASEAN untuk membahas pandemik ini -,yang berlangsung pada 20 Maret 2020,- para Menteri Luar Negeri menyepakati untuk meningkatkan kerja sama, bertukar pengalaman, membahas rantai pasokan, membuka dan memajukan penelitian.
Sementara itu, Uni Eropa telah menyesuaikan beberapa program kerja sama yang ada untuk lebih fokus dan dapat mendukung pandemi ini. Uni Eropa juga memutuskan untuk membuka 18 proyek penelitian dan mendanai yang didanai oleh Uni Eropa (menyetujui 48,5 juta euro atau sekitar 877,2 miliar rupiah) tentang virus korona untuk bekerja sama dengan organisasi ilmiah ASEAN.
Untuk mendukung negara-negara mitra dalam memperbaiki pandemi virus corona dan konsekuensinya, Uni Eropa -,melalui dukungan gabungan berjudul ‘Tim Eropa’,- telah membuat komitmen lebih dari 20 miliar Euro. Komitmen yang terbentuk itu antara lain disalurkan untuk:
- Di Myanmar, Uni Eropa akan mendukung pekerja perempuan sektor garmen yang meminta pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan bantuan dana 5 juta Euro untuk menjamin keberlangsungan hidup mereka dan untuk masa pemulihan.
- Sementara di Indonesia, Uni Eropa mengalokasikan 6 juta Euro untuk mendukung kerja sama para LSM Eropa dan Indonesia di bidang kesehatan masyarakat dan mendukung Peningkatan higienis, konseling psiko-sosial untuk kelompok rentan, distribusi alat-alat kesehatan untuk masyarakat yang rentan dan bantuan untuk petugas kesehatan masyarakat.
- Uni Eropa akan mendukung pengiriman makanan dan air serta memberikan perawatan kesehatan bagi masyarakat yang rentan dan marginal di Malaysia.
- Di Thailand, Uni Eropa dan Oxfam membuat dan mendistribusikan 1000 poster dalam bahasa Thai dan bahasa Yawi ke 400 komunitas pedesaan yang rentan mengenai langkah-langkah penyebaran penyebaran virus.
- Khusus untuk Laos, Uni Eropa yang bekerja sama dengan UNICEF untuk mendukung pengadaan peralatan dan pengadaan medis, yang akan meningkatkan sistem perawatan kesehatan dan mengurangi pengaruh dari wabah besar.
- Bantuan juga disalurkan di Kamboja. Uni Eropa meningkatkan dukungan perlindungan sosial bagi kelompok-kelompok yang paling rentan, termasuk para penggangur, serta meningkatkan program investasi di daerah pedesaan dan meningkatkan untuk menciptakan lapangan kerja dan peluang mata pencaharian.
Sementara jumlah kematian akibat covid-19 secara global mencapai 210.551. Namun pasien yang sembuh menyentuh angka 891.548 orang.
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
(FJR)











