Kamboja batalkan pertemuan menlu ASEAN pekan depan./AFP
Kamboja batalkan pertemuan menlu ASEAN pekan depan./AFP

Kamboja Batalkan Pertemuan Menlu ASEAN Pekan Depan

Marcheilla Ariesta • 12 Januari 2022 21:02
Phnom Penh: Kamboja menunda pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Alasannya, banyak menteri menyatakan 'kesulitan' untuk hadir.
 
Padahal, pertemuan tersebut akan menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Kamboja di ASEAN. Kamboja menjadi ketua ASEAN tahun ini, di tengah perpecahan blok dalam menangani isu Myanmar yang dilanda kudeta tahun lalu.
 
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen telah bertemu pemimpin militer Myanmar, Min Ang Hlaing, pekan kemarin. Kunjungan tersebut merupakan kali pertama dilakukan pemimpin negara ASEAN setelah terjadinya kudeta pada Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah Hun Sen memicu kekhawatiran rusaknya upaya internasional dalam 'mengisolasi' junta Myanmar. Salah satu upaya isolasi telah dilakukan ASEAN, dengan tidak mengundang Min Aung Hlaing dalam pertemuan kepala negara ASEAN tahun lalu.
 
"Penundaan ini dilakukan karena banyak menteri (negara anggota) ASEAN mengalami kesulitan untuk bergabung dalam pertemuan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Kamboja, Koy Kuong, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 12 Januari 2022.
 
Baca juga: PM Kamboja Mulai Kunjungan ke Myanmar, Buka Dialog dengan Junta
 
Di bawah kepemimpinan Brunei Darussalam, ASEAN akhir tahun lalu mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yakni mengesampingkan Min Aung Hlaing dari KTT tahunan. Langkah itu diambil ASEAN karena Min Aung Hlaing gagal memenuhi komitmen yang ia setujui dalam mengakhiri kekerasan dan memulai proses dialog dengan semua pihak.
 
Langkah ASEAN yang tidak mengirimkan undangan membuat junta Myanmar geram. Hampir semua negara ASEAN sepakat untuk tidak mengundang junta.
 
Kamboja mengambil pendekatan berbeda, dan menilai seharusnya Min Aung Hlaing tetap diundang karena ASEAN adalah satu keluarga besar.
 
Sementara mengenai kunjungan PM Hun Sen beberapa hari lalu, Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn, menyangkal jika lawatan itu merupakan bentuk dukungan dan legitimasi junta Myanmar.
 
Ia mengkritik utusan khusus ASEAN untuk Myanmar sebelumnya, Erywan Yusof, yang dinilai tidak produktif dalam menuntut akses ke pemimpin sipil Myanmar yang dikudeta, Aung San Suu Kyi.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif