Menlu Rusia Sergey Lavrov berbicara dengan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Singapura di Kamboja. Foto: AFP
Menlu Rusia Sergey Lavrov berbicara dengan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Singapura di Kamboja. Foto: AFP

Indonesia Dorong Reintegrasi Ekspor Pangan Rusia ke Rantai Pasok Dunia

Fajar Nugraha • 05 Agustus 2022 14:47
Phnom Penh: Sudah lebih dari 25 tahun, ASEAN-Rusia menjadi mitra dialog. Melihat konflik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina, ASEAN meminta prinsip perdamaian dikedepankan.
 
“Indonesia berharap agar kemitraan ASEAN-Rusia dapat membawa perdamaian dan kemakmuran yang berdasarkan Piagam PBB, Piagam ASEAN dan prinsip-prinsip hukum internasional,” kata Menlu Retno Marsudi dalam ASEAN-Russia Ministerial Meeting, di Phnom Penh, 4 Agustus 2022.
 
“Dengan penghormatan terhadap prinsip-prinsip ini, maka kemitraan ASEAN-Rusia akan berlangsung lebih langgeng,” lanjut Menlu Retno.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pertemuan, Menlu Retno juga sampaikan kembali harapan Indonesia agar konflik di Ukraina dapat diselesaikan secara damai. Harapan ini juga disampaikan saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Putin pada bulan Juli lalu. Indonesia tidak akan berhenti untuk terus mendorong penyelesaian damai perang di Ukraina.
 
Selain itu, Menlu Retno  juga menyoroti isu ketahanan pangan. Indonesia sampaikan bahwa dampak perang sangat dirasakan oleh semua negara, termasuk negara-negara di Kawasan. Oleh karena itu, upaya reintegrasi ekspor pangan dan pupuk Rusia dalam rantai pasok dunia perlu terus didorong.
 
“Indonesia juga mendukung tercapainya kesepakatan Black Sea Initiative dan mengharapkan Rusia terus mendukung pelaksanaannya," kata Menlu RI.
 
Isu terakhir yang disampaikan oleh Menlu Retno adalah perkembangan di Myanmar. Menlu Retno sampaikan bahwa tidak terdapat kemajuan yang signifikan pelaksanaan 5 Points of Consensus (5PCs) atau Konsensus Lima Poin.
 
Indonesia juga melihat tidak adanya komitmen Junta Militer untuk melaksanakan 5PCs. Oleh karena itu, Indonesia mengharapkan bahwa kunjungan Menlu Lavrov ke Myanmar sebelum pertemuan ASEAN, tidak mengirimkan pesan yang berlawanan dengan dorongan ASEAN agar Junta dapat segera mengimplementasikan 5PCs.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif