Penumpang berjalan menuju Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (ANT/Lucky R)
Penumpang berjalan menuju Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (ANT/Lucky R)

Travel Corridor Indonesia-Singapura Resmi Diluncurkan

Internasional Virus Korona indonesia-singapura Travel Corridor Arrangement
Willy Haryono • 12 Oktober 2020 08:03
Jakarta: Indonesia resmi meluncurkan Pengaturan Koridor Perjalanan atau Travel Corridor Arrangement (TCA) dengan Singapura mulai Senin ini, 12 Oktober 2020. Peluncuran disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual dengan awak media.
 
Menlu Retno mengatakan, pengaturan perjalanan ini disebut dengan Reciprocal Green Lane (RGL) oleh Singapura.
 
"Hari ini, TCA atau RGL ini secara resmi saya luncurkan. Di hari yang sama, Singapura juga akan meluncurkan pengaturan ini," kata Menlu Retno.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sesuai dengan kesepakatan dengan Singapura, pengaturan perjalanan baru akan berlaku 14 hari setelah pengumuman Senin ini. Ini artinya, TCA/RGL antara Indonesia dan Singapura baru akan berlaku pada 26 Oktober 2020.
 
Seperti beberapa perjanjian sebelumnya, TCA dengan Singapura berlaku untuk perjalanan bisnis esensial, diplomatik, dan kedinasan yang mendesak. Menlu Retno menegaskan, TCA ini tidak berlaku untuk perjalanan biasa atau wisata.
 
"Sebagaimana pengaturan TCA dengan negara lain, maka penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat akan menjadi bagian utama dari pengaturan ini," ujar Menlu Retno.
 
Terdapat beberapa elemen dalam TCA/RGL Indonesia-Singapura ini. Semua pemohon adalah warga negara Indonesia dan Singapura, atau Permanent Resident yang perlu melakukan perjalanan dinas, urusan diplomatik mendesak, atau bisnis esensial.
 
Pemohon dari Indonesia harus memiliki sponsor dari agensi pemerintahan atau perusahaan, dan juga diwajibkan mengajukan Safe Travel Pass. WNI tidak perlu mengajukan visa saat ke Singapura, tapi wajib memenuhi syarat sponsor dan Safe Travel Pass.
 
Sedangkan untuk Singapura, warga Negeri Singa Putih diwajibkan memiliki sponsor dari agensi pemerintahan atau entitas bisnis di Indonesia, dan juga harus mengajukan visa secara daring ke Dirjen Imigrasi Indonesia.
 
Baca:Tiongkok Sepakat Buka Travel Corridor dengan Indonesia
 
Terdapat dua pintu keluar masuk dalam TCA/RGL Indonesia-Singapura, yakni melalui jalur laut dan udara. Untuk jalur kapal feri adalah Tanah Merah Ferry Terminal Singapura, dan Batam Center Ferry Terminal.
 
Sementara via jalur udara, Indonesia menetapkan Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara Internasional Changi untuk Singapura.
 
Tes PCR Covid-19 diwajibkan bagi semua pemohon. Tes akan dilakukan dua kali, yakni 72 jam sebelum keberangkatan dan saat ketibaan. Tes PCR sebelum keberangkatan harus dikeluarkan oleh institusi kesehatan yang sama-sama diakui oleh Indonesia dan Singapura.
 
"Daftar institusi kesehatan akan segera disampaikan, berdasarkan kesepakatan antara Kemenkes Indonesia dan Kemenkes Singapura," sebut Menlu Retno.
 
PCR dilakukan atas biaya pemohon. Mengenai persyaratan lainnya, pemohon dari Indonesia wajib melakukan registrasi pada aplikasi Trace Together dan Safe Entry selama berada di Singapura. Sementara pemohon dari Singapura wajib melakukan registrasi aplikasi E-Hac dan Peduli Lindungi selama berada di Indonesia.
 
Mengenai waktu yang tersisa hingga 26 Oktober mendatang, kedua negara akan terus berkoordinasi dan mematangkan persiapan di level teknis. Diharapkan nantinya sistem di Indonesia dan juga Singapura betul-betul siap dalam menerima permohonan TCA dan RGL.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif