Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sesalkan pilkada Sabah picu peningkatan angka covid-19. Foto: AFP
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sesalkan pilkada Sabah picu peningkatan angka covid-19. Foto: AFP

Mahathir Salahkan Pemerintah Malaysia Atas Klaster Covid-19 di Sabah

Internasional Virus Korona malaysia mahathir mohamad covid-19
Marcheilla Ariesta • 12 Oktober 2020 19:07
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad sangat menyesalkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sabah. Pasalnya, dari pemilihan tersebut, terbentuk klaster baru virus korona (covid-19).
 
Baca: Malaysia Catat Lonjakan Kasus Covid-19 usai Pemilu Sabah.
 
"Seharusnya PRN (Pilkada) di Sabah tidak diadakan," ujar Mahathir dilansir dari Malay Mail, Senin, 12 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hampir seluruh kasus baru di Malaysia terkait dengan pesta demokrasi di Sabah tersebut.
 
Mahathir mengatakan, Pilkada Sabah hanyalah cara koalisi pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang berkuasa di negara bagian tersebut. Ia menuding tindakan pemerintah menimbulkan kerugian besar di seluruh Malaysia.
 
“Risikonya tinggi. Bukan hanya dananya, tapi juga serangan dari covid-19. Dari Sabah kemudian berkembang ke Semenanjung (Malaysia)," ucap Mahathir.
 
"Sabah menjadi klaster dan akan ada ribuan korban," imbuhnya.
 
Ia menambahkan saat ini pemerintah hanya mementingkan politik, bukan nasib masyarakat yang tengah menghadapi pandemi virus korona.
 
Negeri Jiran saat ini menghadapi gelombang kedua virus korona. Pada 6 Oktober 2020 lalu, terdapat 691 orang terinfeksi covid-19 yang merupakan rekor sejak pandemi berlangsung.
 
Saat ini, total infeksi covid-19 di sana mencapai 15.657, sebanyak 157 di antaranya meninggal dunia.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif