Presiden Joko Widodo berbicara di usai berlangsungnya ALM di Gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta pada Sabtu, 24 April 2021. (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo berbicara di usai berlangsungnya ALM di Gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta pada Sabtu, 24 April 2021. (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

5 Poin Konsensus ASEAN Mengenai Myanmar Patut Diapresiasi

Internasional konflik myanmar asean Min Aung Hlaing Kudeta Myanmar
Willy Haryono • 25 April 2021 07:53
Jakarta: ASEAN Leaders' Meeting (ALM) pada Sabtu, 24 April 2021, telah menghasilkan lima poin konsensus mengenai isu Myanmar. Salah satu poin yang ditekankan dalam konsensus ini adalah desakan untuk menghentikan segala bentuk aksi kekerasan di Myanmar.
 
"Secara prinsipil sudah bagus dan patut diapresiasi," ucap Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.
 
"Jika Jenderal Min Aung Hlaing turut menyetujui, maka kita lihat ke depan apakah masih jatuh korban rakyat sipil. Karena kalau masih, menjadi pertanyaan bagaimana upaya penghentiannya oleh ASEAN," sambung dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jenderal Min Aung Hlaing, pemimpin junta militer Myanmar, turut hadir dalam ALM di Jakarta. Kehadirannya dianggap sebagai kemajuan positif dalam upaya mengakhiri konflik di Myanmar, meski sebagian pihak memandang undangan ASEAN sebagai bentuk legitimasi terhadap junta yang telah melakukan kudeta pada 1 Februari.
 
Baca:  ASEAN Sepakati 5 Poin Konsensus Terkait Myanmar
 
Hikmahanto menilai rakyat Myanmar bisa saja tidak akan mengindahkan konsensus ini karena merasa tak dilibatkan dalam pertemuan di Jakarta. Jika situasi di Myanmar tetap ricuh, lanjut Hikmahanto, apakah nantinya militer tidak boleh membalas demonstran anti-kudeta karena telah adanya konsensus ASEAN?
 
"Untuk poin 2 masih tidak konkret karena tidak jelas siapa yang akan memulai dialog konstruktif mengingat kedua pihak yang bertikai saling menutup diri untuk dialog," sebut Hikmahanto.
 
"Mengenai poin 3, Ketua ASEAN harus segera menunjuk Special Envoy dalam waktu segera karena Special Envoy ini akan berperan sebagai mediator antar dua pihak yang bertikai," lanjutnya.
 
Poin 4 dalam konsensus adalah mengenai penyaluran bantuan kemanusiaan ke Myanmar melalui AHA Center. Hikmahanto menyerukan adanya pengaturan mekanisme AHA Center masuk ke Myanmar, dan mereka yang menyalurkan bantuan harus mendapat perlindungan dan terjaga keselamatannya.
 
"Sementara untuk poin 5 sudah bagus karena Special Envoy sebagai mediator hadir hadir ke Myanmar dan bertemu dengan pihak-pihak yang bertikai," pungkas Hikmahanto.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif