Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto. Dok. Kemenlu RI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto. Dok. Kemenlu RI

Lima Prioritas Kemitraan ASEAN-Tiongkok di Masa Depan

Internasional asean Tiongkok asean-tiongkok menlu retno lp marsudi
Fajar Nugraha • 22 November 2021 17:28
Jakarta: Para pemimpin dari The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) melakukan pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pertemuan tingkat tinggi ini sebagai bagian menyambut 30 tahun hubungan ASEAN-Tiongkok.
 
Pada pernyataannya Presiden Xi menekankan prioritas kemitraan ASEAN-Tiongkok ke depan.  Hal ini disampaikan oleh Menlu Retno Marsudi dalam pernyataan virtual yang diterima Medcom.id, Senin 22 November 2021.
 
Prioritas itu pertama, menciptakan rumah yang damai (Peaceful Home Together), dengan memperkuat dialog, multilateralisme, menolak power politics. Dalam hal ini Tiongkok menyatakan kesiapannya untuk menandatangi Protokol terhadap Traktat Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kedua, menciptakan rumah yang aman (Safe and Secure Home Together), dengan memajukkan kerja sama untuk resiliensi kesehatan kawasan. Dalam kaitan ini Tiongkok menyatakan komitmen untuk mendonasikan 150 juta dosis vaksin untuk negara-negara ASEAN. Di samping itu, Tiongkok berkomitmen untuk memberikan tambahan USD5 juta bagi ASEAN COVID-19 Response Fund, transfer teknologi kesehatan, dan kerja sama essential medicines,” sebut Menlu Retno dalam keterangannya.
 
Tiongkok juga siap bekerja sama di bidang pertahanan, kejahatan lintas batas, kontra terorisme, pengelolaan bencana dan stabilitas di Laut China Selatan.
 
Prioritas ketiga yang disampaikan oleh Presiden Xi adalah  menciptakan rumah yang sejahtera (Prosperous Home Together). Xi menyampaikan inisiatif baru yaitu Global Development Initiative (GDI). Ditekankan bahwa GDI dan ASEAN Community Vision 2025 dapat saling mendukung.
 
“Tiongkok juga menyampaikan kesiapan untuk memberikan USD 1,5 miliar untuk bantuan dana pembangunan untuk 3 tahun ke depan serta siap untuk mengimpor produk-produk pertanian ASEAN senilai USD 150 miliar untuk 5 tahun ke depan,” imbuh Menlu.
 
Presiden Xi Jinping juga menyebutkan mengenai  ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.
 
Kemudian keempat adalah menciptakan rumah yang indah (Beautiful Home Together). Tiongkok mengajak ASEAN untuk meningkatkan kerja sama dalam penanganan perubahan iklim, clean energy, green agriculture, marine science and technology, blue economy dan marine sustainable development.
 
Terakhir, menciptakan rumah yang ramah atau bersahabat (Amicable Home Together). Tiongkok mendorong pembukaan kembali kerja sama people to people antara lain melalui pertukaran budaya, think tank, media serta promosi kerja sama di bidang pariwisata, pendidikan vokasi, olahraga dan pertukaran pemuda ASEAN Tiongkok.
 
Presiden Joko Widodo turut menghadiri KTT khusus ASEAN-Tiongkok ini. KTT ini dipimpin oleh Presiden Xi Jinping dan Sultan Hassanal Bolkiah selaku Ketua ASEAN.
 
KTT ini merupakan pertemuan ASEAN pertama yang dihadiri oleh Presiden Xi Jinping. Dan ini tentunya merupakan cerminan komitmen Tiongkok untuk terus memajukan kerjasama dengan ASEAN.
 
Kerja sama ASEAN-Tiongkok dimulai secara informal pada 1991 dan kemudian menjadi Mitra Wicara Penuh ASEAN (full Dialogue Partner) pada 1996.
Tiongkok kemudian menjadi Mitra Wicara Strategis (Strategic Partnership) pada Oktober 2003 dan pada KTT ASEAN-Tiongkok ke-24 pada 26 Oktober yang lalu, ASEAN-Tiongkok telah menyepakati peningkatan status kemitraan menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).
 
Diharapkan peningkatan status kemitraan ini akan berdampak bagi penguatan kerja sama di berbagai bidang antara lain: kesehatan publik, integrasi ekonomi kawasan, clean energy, green agriculture, perubahan iklim, ekonomi digital, serta kerja sama people-to-people.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif