Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo. Foto: BNPB
Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo. Foto: BNPB

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi, Indonesia Cegah Terjadinya Bipartisan Seperti AS

Internasional Jokowi Amerika Serikat Suryopratomo Dua Tahun Jokowi-Maruf
Marcheilla Ariesta • 08 Oktober 2021 06:52
Singapura: Kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah memasuki tahun kedua. Banyak yang mengakui kepemimpinan Jokowi membawa dampak baik.
 
Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo mengakui pencapaian luar biasa kepemimpinan Jokowi, salah satu yang luar biasa adalah redistribusi lahan.
 
"Selama hampir 70 tahun Indonesia merdeka, jumlah sertfikat lahan yang telah diberikan negara kepada rakyat tercatat sekitar 40 juta sertfikat," kata Suryopratomo kepada Medcom.id, Kamis, 7 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, dalam tujuh tahun kepemimpinan Jokowi, dikeluarkan sekitar 21 juta sertifikat baru bagi rakyat.
 
Di bidang infrastruktur, lanjut Dubes yang akrab disapa Tommy ini, dalam tujuh tahun pemerintahan, Jokowi mampu membuat ribuan kilometer jalan tol, jalan nassional, jembatan, pelabuhan, bandara. Menurutnya, ini pencapaian yang luar biasa.
 
Hal ini dikarenakan infrastruktur sesuatu yang sangat diperlukan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
 
"Di bidang politik, Presiden Jokowi mampu membuat Indonesia tidak terbelah setelah pemilu. Bahkan Amerika Serikat sebagai negara demokrasi gagal untuk mencegah terjadinya bipartisan," ungkap Tommy.
 
"Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dalam pembangunan sistem demokrasi," lanjutnya.
 
Melalui sistem demokrasi, kata Tommy, Jokowi mampu mengeluarkan omnibus law yang bisa menyederhanakan sistem perizinan berusaha. Ke depan, lanjutnya, ini akan memudahkan sektor swasta bergerak dan membuka lapangan pekerjaan yang dibutuhkan rakyat.
 
Dubes yang merupakan mantan jurnalis senior itu menambahkan, dalam pandemi sekarang ini, Indonesia merupakan salah satu negara yang cepat tanggap untuk bisa menanganinya. Indonesia, kata dia, merupakan negara pertama yang mengupayakan mendapatkan pasokan vaksin.
 
"Sekarang dengan 150 juta warga yang sudah divaksin, ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Tidak mudah negara besar apalagi negara kepulauan bisa melakukan itu," serunya.
 
Tentu masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, kata dia.
 
"Proses ini harus terus berlanjut dan itu bukan hanya pekerjaan seorang Presiden. Seluruh rakyat harus memiliki kemauan bersama untuk ikut membangun negara ini, mengejar kekurangan yang masih ada," lanjutnya.
 
Dubes Suryopratomo menambahkan, Indonesia berlomba dengan waktu untuk memanfaatkan bonus demografi. "Kita harus bisa keluar dari middle income trap dalam sepuluh atau 15tahun ke depan," ujar dia.
 
"Ini tentunya bukan hanya tanggung jawab Presiden Jokowi, tetapi juga pemimpin Indonesia masa depan," pungkasnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif