KBRI Kuala Lumpur lacak agen perekrutan WNI yang disiksa di Malaysia./AFP
KBRI Kuala Lumpur lacak agen perekrutan WNI yang disiksa di Malaysia./AFP

KBRI Lacak Agen Penyalur WNI yang Disiksa di Malaysia

Internasional malaysia wni wni disiksa perlindungan wni KBRI Kuala Lumpur
Marcheilla Ariesta • 06 Mei 2022 20:28
Kuala Lumpur: Kisah seorang asisten rumah tangga (ART) yang disiksa di Malaysia sudah diketahui KBRI Kuala Lumpur.  Juru bicara KBRI mengatakan, sebelumnya majikan WNI yang disiksa, Harlem sempat membantah mengetahui keberadaan ART-nya tersebut.
 
"Juru bicara itu menjelaskan bahwa WNI tersebut tidak membawa barang apa pun dan telah melacak agen perekrutan ART itu di Jakarta," demikian dilaporkan Malaysia Kini, Jumat, 6 Mei 2022.
 
Pelacakan agen perekrutan di Jakarta itu dilakukan untuk menghubungi agen penempatan di Malaysia. Hal ini untuk mengarahkan mereka ke identitas majikannya di sini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun Harlem mengklaim telah membayar semua gaji ART-nya melalui transfer uang Western Union ke bibinya di Indonesia dan terkadang suaminya.
 
Namun, ART-nya mengklaim bahwa hanya total RM1.800 yang dibayarkan selama empat tahun dia bekerja untuknya.
 
Harlem juga mengklaim bahwa semua slip pengiriman uang Western Union telah diserahkan kepada WNI tersebut.
 
Baca juga: WNI Disiksa di Malaysia, Majikan Tuduh Dirasuki Hantu
 
Agen tenaga kerja menjelaskan persyaratan kontrak mengharuskan Harlem membayar gaji bulanan RM1.100 termasuk lembur.
 
Pada 21 April lalu, warga yang melintas menginformasikan kepada polisi tentang keberadaan Ningrat, nama samaran WNI tersebut. Ia terlihat menangis di pinggir jalan.
 
Polisi Malaysia menyelidiki tuduhan penyiksaan tersebut. Harlem mengklaim WNI tersebut seolah 'dirasuki hantu' setelah bekerja selama enam bulan.
 
"Sejak saya mengambilnya, dia mulai menunjukkan tanda-tanda kegilaan dan saya memiliki video yang menunjukkan bahwa perempuan ini gila," ujar majikannya tersebut.
 
Harlem menyerahkan bukti berupa rekaman CCTV kepada polisi Sentul di Petaling Jaya untuk penyelidikan. Ketika dihubungi, petugas investigasi polisi mengonfirmasi telah menerima rekaman pada 26 April.
 
Namun, mereka tidak bisa memulihkan rekaman tambahan karena CCTV dihapus pada hari yang sama. Penyelidik mengatakan, kasus itu sedang diselidiki berdasarkan Bagian 323 KUHP sehubungan dengan pelanggaran yang dengan sengaja menyebabkan cedera.
 
Menurut penyelidik lebih lanjut, Harlem mengklaim dia bermaksud mengirim ART-nya kembali ke Indonesia dan menyerahkannya tanpa cedera ke agen tenaga kerja, dan bukan orang yang awalnya menempatkan pembantu bersamanya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif