Direktorat Jenderal Imigrasi tahan dua warga Tiongkok karena masuk ke Indonesia gunakan paspor Meksiko. Foto: Direktorat Jenderal Imigrasi
Direktorat Jenderal Imigrasi tahan dua warga Tiongkok karena masuk ke Indonesia gunakan paspor Meksiko. Foto: Direktorat Jenderal Imigrasi

Masuk ke Indonesia dengan Paspor Meksiko, Dua WN Tiongkok Diadili

Fajar Nugraha • 24 Agustus 2022 15:49
Jakarta: Kasus pelanggaran keimigrasian masih terus terjadi. Kali ini dua orang warga Tiongkok kedapatan melanggar aturan keimigrasian dengan menggunakan paspor meksiko untuk masuk ke Indonesia.
 
Dua orang pria yang diketahui bernama Chen Yongtong (CY) dan Wu Jinge (WJ) resmi menghuni Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat sejak 10 Agustus 2022. Mereka ditahan karena diduga melanggar pasal 119 ayat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian. Keduanya terancam pidana penjara paling lama lima tahun serta pidana denda paling banyak Rp500 juta.
 
CY yang berusia 34 tahun dan WJ 36 tahun masuk ke Indonesia pada 16 Januari 2022 menggunakan paspor berkebangsaan Meksiko dengan visa kunjungan untuk bisnis. Mereka diketahui yang disponsori oleh PT. Gunung Agung Kontraktor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun pihak imigrasi mencurigai adanya kejanggalan ketika pengurusan perpanjangan izin tinggal kunjungan (ITK) untuk WJ di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur pada 12 April 2022, diwakili oleh seorang penerjemah Bahasa Mandarin pada sebuah biro perjalanan wisata. WJ pun akhirnya dipanggil ke kantor imigrasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
 
“Setelah WJ diperiksa oleh petugas di Kanim Jakarta Timur, didapatilah nama CY. Karena keduanya masuk Indonesia bersamaan. Hal ini juga kami konfirmasi melalui data perlintasan keduanya dari Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian. Petugas kami kemudian mendatangi CY di apartemennya di daerah Taman Sari, Jakarta Barat,” kata Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, I Nyoman Gede Surya Mataram, pada konferensi pers, di Media Center Direktorat Jenderal Imigrasi, yang dikutip dari keterangan tertulis Dirjen Imigrasi, Rabu 24 Agustus 2022.
 
“Pada saat itu, CY tidak bisa menunjukkan paspor 'Meksiko'-nya,” imbuh Surya.
 
Surya menjelaskan, paspor Meksiko yang digunakan terkonfirmasi palsu.
 
“Ini kami ketahui berdasarkan konfirmasi dari Kedutaan Besar Meksiko yang menyatakan bahwa paspor tersebut tidak terdaftar. Atas perbuatan ini, lajut dia, WJ dan CY ini dikenakan pasal yang sama, yakni pasal 119, tapi dengan ayat yang berbeda. WJ dijerat pasal 119 ayat (2) sedangkan CY ayat (1),” tegas Surya.
 
"Sanksi pidananya sama. Pidana penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp500 juta," terang Surya.
 
WJ dan CY mengaku telah memiliki paspor Meksiko sejak tahun 2019, meskipun mereka adalah WN Tiongkok berdasarkan konfirmasi dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok. Pengurusan paspor Meksiko dilakukan melalui perantara yang mereka tidak kenal sebelumnya dengan membayar sejumlah uang.
 
Mereka bermaksud menggunakan paspor tersebut untuk memuluskan perjalanan mereka menuju ke negara lain karena sebatas yang mereka ketahui, paspor Republik Rakyat Tiongkok (RRT) hanya dapat digunakan ke beberapa negara saja.
 
“Proses penyidikan sudah dimulai, tinggal menunggu waktu hingga kasus mereka dilimpahkan ke Pengadilan. Kita tidak bisa biarkan orang asing masuk ke Indonesia dan berbuat sesuka hati. Kasus seperti ini harus ditindak agar menimbulkan efek jera," pungkas  Surya.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif