Anwar Ibrahim akan bertemu Raja Malaysia pada 13 Oktober 2020. Foto: AFP
Anwar Ibrahim akan bertemu Raja Malaysia pada 13 Oktober 2020. Foto: AFP

Minggu Depan Anwar Ibrahim Temui Raja, Klaim Dukungan Parlemen

Internasional anwar ibrahim politik malaysia Muhyiddin Yasin
Fajar Nugraha • 08 Oktober 2020 17:37
Kuala Lumpur: Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis 8 Oktober mengatakan, dia akan bertemu dengan Raja Malaysia Yang di Pertuan Agung Abdullah Shah. Pertemuan minggu depan itu untuk mempresentasikan kasusnya demi mengambil alih jabatan Perdana Menteri dari Muhyiddin Yassin.
 
Anwar mengatakan Sultan Abdullah telah setuju untuk memberinya audiensi, di mana dia akan menyajikan dokumentasi "dari mayoritas yang kuat dan meyakinkan" dari anggota parlemen yang mendukung klaimnya atas jabatan perdana menteri.
 
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia karena telah mengizinkan saya bertemu pada Selasa, 13 Oktober 2020, Insya Allah," kata Anwar dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis 8 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, dua minggu lalu, Anwar menyatakan bahwa dia telah mengumpulkan mayoritas kuat di antara anggota parlemen federal untuk menggulingkan Muhyiddin. Ucapan Anwar jelas yang memicu drama politik baru di Negeri Jiran.
 
Anwar mengatakan dia meminta dukungan dari hampir dua pertiga dari 222 anggota parlemen. Namun dia tidak memberikan jumlah sebenarnya atau mengungkapkan siapa yang telah berjanji mendukung.
 
Istana Negara dan kantor perdana menteri tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang audiensi kerajaannya.
 
Perubahan terbaru dalam perebutan kekuasaan yang berlarut-larut di Malaysia terjadi setelah pandemi virus korona membuat ekonomi negara yang didorong ekspor itu mencatat kontraksi pertamanya pada kuartal kedua sejak krisis keuangan global 2009.
 
Muhyiddin, yang koalisinya berusia tujuh bulan bertahan dengan mayoritas tipis, sebelumnya menolak klaim Anwar sebagai "tuduhan belaka" dan mengatakan kepadanya untuk membuktikan mayoritas melalui proses konstitusional.
 
Muhyiddin berkuasa pada Maret setelah mendapatkan mayoritas dengan dukungan dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu, yang dikalahkan dalam pemilihan 2018.
 
Lawannya menuduhnya merebut kekuasaan dengan menggeser aliansi alih-alih mendapatkannya di kotak suara.
 
Raja memainkan peran seremonial di Malaysia tetapi dia bisa menunjuk perdana menteri yang menurutnya kemungkinan akan memimpin mayoritas di parlemen. Dia juga bisa membubarkan parlemen dan memicu pemilihan atas saran perdana menteri.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif