Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Foto: Kemenlu)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Foto: Kemenlu)

Menlu Retno: Presidensi G20 Indonesia Berikan Prioritas Tinggi pada Arsitektur Kesehatan Global

Marcheilla Ariesta • 01 Desember 2022 12:48
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan kontribusi Presidensi G20 Indonesia terhadap arsitektur kesehatan global. Ia mengungkapkannya saat memimpin pertemuan COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG).
 
"Presidensi G20 Indonesia memberikan prioritas tinggi pada penguatan arsitektur kesehatan global," ujar Retno saat memimpin pertemuan  bersama Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada pada Rabu, 30 November 2022.
 
Dalam sambutan pembukanya, Menlu Retno sampaikan kontribusi Presidensi G20 Indonesia terhadap penguatan arsitektur kesehatan global. Salah satunya adalah pembentukan Pandemic Fund yang akan mendukung pembiayaan kesiapsiagaan negara berpendapatan rendah dan menengah menghadapi pandemi di masa depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, G20 juga menyepakati pentingnya kerja sama penguatan kapasitas produksi kesehatan di negara berkembang. "Prinsipnya, negara berkembang harus menjadi bagian integral dalam rantai pasok kesehatan global," tambah Retno.
 
Ia menegaskan, meskipun Presidensi G20 Indonesia telah berakhir, komitmen Indonesia terhadap penguatan arsitektur kesehatan global tetap kuat. "COVAX akan terus menjadi bagian penting dari komitmen ini, khususnya untuk menjembatani ketimpangan vaksinasi Covid-19 antar negara," ungkap Menlu Retno.
 
Pertemuan mencatat penurunan tingkat kematian akibat Covid-19 sejak Februari 2022 sebesar hampir 90 persen. Namun, perlu diantisipasi kemungkinan gelombang baru Covid-19 akibat kemunculan dua sub-varian baru, yaitu BQ.1 dan XBB.
 
Seth Brekley selaku CEO Gavi tegaskan bahwa vaksinasi, termasuk suntikan booster, masih menjadi solusi terbaik untuk hadapi virus Covid-19 yang terus berevolusi.
 
COVAX AMC telah menyalurkan vaksin secara gratis kepada 92 negara berpendapatan rendah dan menengah. COVAX adalah bukti keberhasilan multilateralisme.
 
Hingga kini, COVAX telah menyalurkan 1,84 miliar dosis ke seluruh dunia. 89,6 persen di antaranya (1,65 miliar dosis) dikirimkan ke 87 negara AMC. Rata-rata cakupan vaksinasi negara AMC mencapai 52 persen, naik dari 28 persen pada Januari 2022.
 
Pada 2023, kerja COVAX akan fokus pada sembilan area prioritas, termasuk di antaranya melanjutkan dukungan vaksinasi dan suntikan booster, serta mendukung riset dan pengembangan vaksin.
 
Ke depannya, kata pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, dukungan COVAX akan mulai disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan capaian target vaksinasi, serta tantangan khusus yang dihadapi masing-masing negara, termasuk situasi kemanusiaan.
 
Pertemuan COVAX AMC EG yang dilakukan secara virtual ini merupakan pertemuan ke-4 selama 2022, dan menjadi pertemuan terakhir bagi Indonesia sebagai salah satu Co-Chairs COVAX AMC EG.

 
(WAH)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif