PM Kamboja akui undang pemimpin junta Myanmar./AFP
PM Kamboja akui undang pemimpin junta Myanmar./AFP

PM Kamboja Akui Undang Pemimpin Junta ke Pertemuan ASEAN

Marcheilla Ariesta • 25 Januari 2022 19:42
Phnom Penh: Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengonfirmasi telah mengundang pemimpin junta Myanmar ke pertemuan puncak ASEAN. Syarat yang harus dipenuhi yakni membuat kemajuan pada rencana perdamaian yang disetujui dengan ASEAN tahun lalu.
 
Hun Sen, yang negaranya memegang keketuaan ASEAN tahun ini mengatakan, akan berbicara dengan panglima militer Min Aung Hlaing melalui video pada Rabu besok. Ia mencatat, sejak pertemuan 7 Januari mereka di Myanmar, pemimpin terguling Aung San Suu Kyi telah dijatuhi hukuman empat tahun penahanan dan pesawat militer telah telah dikerahkan dalam operasi.
 
Min Aung Hlaing memimpin kudeta di Myanmar tahun lalu dan ASEAN membuat langkah mengejutkan dengan melarang junta-nya menghadiri pertemuan-pertemuan penting karena kegagalannya menghormati konsensus lima poin ASEAN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konsensus itu mencakup penghentian permusuhan dan memungkinkan dialog.
 
"Dia (Hun Sen) mengatakan telah mengundang Min Aung Hlaing untuk menghadiri KTT ASEAN jika ada kemajuan dalam implementasi lima poin yang disepakati secara bulat," kata pernyataan di halaman  Facebook Hun Sen, yang merangkum panggilan dengan PM Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 25 Januari 2022.
 
"Tapi jika tidak, dia harus mengirim perwakilan non-politik ke pertemuan ASEAN," lanjut pernyataan itu.
 
Baca juga: Bahas Myanmar, Jokowi dan PM Singapura Tekankan Pentingnya Kesejahteraan Rakyat
 
Sebagai ketua baru ASEAN, Kamboja telah mengindikasikan ingin terlibat bukan mengisolasi junta. Namun, Hun Sen ditekan oleh beberapa pemimpin ASEAN, termasuk dari Malaysia, Indonesia dan Singapura, untuk tidak mengalah pada kesepakatan, yang didukung oleh PBB dan Amerika Serikat (AS).
 
Penggulingan pemerintah terpilih Suu Kyi di Myanmar menjadi kemunduran bagi ASEAN dan upayanya untuk menampilkan dirinya sebagai blok yang kredibel dan terintegrasi.
 
Kunjungan Hun Sen ke Myanmar menimbulkan kekhawatiran di dalam kelompok itu bahwa hal itu dapat menunjukkan pengakuan ASEAN terhadap para jenderal.
 
Pekan lalu, Hun Sen mengecam Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah. Ia menyebutnya arogan karena menyuarakan keprihatinan tentang pertemuan Hun Sen dengan pimpinan junta.
 
Konsensus ASEAN termasuk menghentikan serangan dan memberikan akses penuh kepada utusan khusus ASEAN untuk semua pihak dalam konflik.
 
Pemimpin Malaysia Ismail Sabri mengatakan, kepada Hun Sen ada kebutuhan mendesak untuk meredakan situasi Myanmar dan membebaskan Suu Kyi dan semua tahanan politik.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif