Jajaran staf KBRI New Delhi beserta sejumlah perwakilan negara-negara ASEAN menghadiri acara ASEAN Ladies Circle (ALC) di KBRI New Delhi, India, 12 Maret 2020. (Foto: KBRI New Delhi)
Jajaran staf KBRI New Delhi beserta sejumlah perwakilan negara-negara ASEAN menghadiri acara ASEAN Ladies Circle (ALC) di KBRI New Delhi, India, 12 Maret 2020. (Foto: KBRI New Delhi)

'Tedak Siten' Khas Jawa Pukau Komunitas ASEAN di India

Internasional indonesia-india
Willy Haryono • 14 Maret 2020 18:47
New Delhi: Indonesia memamerkan tradisi warisan leluhur masyarakat Jawa "Tedak Siten" kepada komunitas ASEAN dalam acara ASEAN Ladies Circle (ALC) pada Kamis 12 Maret. Acara digelar di Aula Hasanuddin KBRI New Delhi, India.
 
Indonesia mempunyai ribuan pulau yang terbentang dari Sabang hingga ke ujung Merauke dengan ratusan suku dan beragam budaya. Karenanya, Indonesia dijuluki sebagai negeri "Sepotong Surga."
 
Melalui upaya diplomasi budaya, kekayaan tradisi leluhur masyarakat Indonesia sudah seharusnya dipromosikan secara aktif kepada komunitas internasional sebagai bagian dari soft power diplomasi Indonesia guna memperkuat people-to-people contact dan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan semangat tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI New Delhi menggelar upacara adat turun tanah bagi bayi yang dikenal dengan istilah "Tedak Siten" untuk diperkenalkan kepada masyarakat asing, khususnya kepada komunitas ASEAN di New Delhi.
 
Bukan sekadar kegiatan promosi, acara ini juga merupakan media edukasi, bahwa "Tedak Siten" adalah budaya warisan tanah Jawa yang mengandung makna serta filsafat hidup yang sangat dalam.
 
Sebagaimana diketahui, "Tedak Siten" dikenal sebagai upacara turun tanah untuk bayi yang berumur sekitar tujuh atau delepan bulan. Secara harfiah "Tedak" berarti turun dan "Siten" diambil dari kata "Siti" yang bermakna tanah. "Tedak Siten" adalah tradisi yang menyimbolkan kesiapan anak untuk mulai belajar berdiri, berjalan dan tumbuh dewasa sebagai pribadi mandiri.
 
"Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari upacara Tingkeban yang diadakan pada Januari tahun lalu," ucap Dewi Ratna Suryodipuro, ketua DWP KBRI New Delhi.
 
"Harapannya kita semua yang hadir bisa mengambil hikmah dan nilai-nilai yang terkandung dari setiap rangkaian tradisi masyarakat Jawa dalam merawat dan menjaga anak sekaligus sebagai manifestasi rasa syukur kepada Tuhan," lanjutnya, dalam keterangan tertulis KBRI New Delhi yang diterima Medcom.id, Sabtu 14 Maret 2020.
 
'Tedak Siten' Khas Jawa Pukau Komunitas ASEAN di India
Sejumlah perangkat dihadirkan untuk prosesi Tedak Siten. (Foto: KBRI New Delhi)
 
Menariknya, prosesi Tedak Siten kali ini dilakonkan salah satu keluarga staf KBRI New Delhi, Rizki Multazam dan Ridhayani, yang kebetulan memiliki anak laki-laki kembar berusia sekitar delapan bulan yang sebelumnya juga menjadi peraga pada upacara Tingkeban. Meski berasal dari kota berjuluk Serambi Mekah, Aceh, keduanya dapat menjalankan prosesi Tedak Siten selayaknya orang jawa.
 
Untuk menghadirkan suasana dan nuansa asli Tedak Siten, ruang Hasanuddin KBRI New Delhi dihias sedemikian rupa dengan berbagai ornamen dan perlengkapan upacara seperti tangga hingga kurungan bambu (seperti kurungan ayam) yang telah dihiasi bunga-bunga serta hiasan lainnya.
 
Kegiatan Tedak Siten dihadiri para pasangan masing-masing Duta Besar perwakilan negara-negara ASEAN, antara lain Datin Rosie Hidayat (Istri Dubes Malaysia), Patricia Teh (Istri Dubes Singapura), Nilar Aung (Istri Dubes Myanmar), Katmany Chouanghom (Istri Dubes Laos), Soka (Istri Dubes Kamboja), serta para anggota ALC New Delhi.
 
Menyisipkan Diplomasi Kuliner
 
Selalu menarik jika membahas tentang kuliner Nusantara, seperti yang disajikan sebagai pelangkap kemeriahan upacara Tedak Siten kali ini. Betapa tidak, belasan ragam menu kuliner khas nusantara disajikan dengan kombinasi penyajian tradisional dan modern, tentunya dengan tetap menonjolkan cita rasa otentik, yang semakin menyempurnakan kelezatan khazanah kuliner Indonesia.
 
Kuliner khas Indonesia selalu saja menjadi perhatian dan menuai pujian dari para tamu yang hadir, bukan semata-mata karena cita rasanya yang otentik, keterampilan plating khas nusantara nan cantik juga semakin menambah nilai kejutan dari setiap jenis makanan asli Indonesia tersebut.
 
Kali ini, setiap menu ditempatkan pada stan berbeda dengan hiasan menarik, seperti Bakso Ayam, Gado-Gado Sayur dan Lontong. Tidak ketinggalan, aneka sate juga turut disajikan, seperti Sate Ayam, Sate Kambing dan Sate Sayuran dan cemilan lezat khas Indonesia antara lain Kerupuk, Rempeyek dan Keripik Kentang Balado.
 
Tumpeng, jadi menu ikon pada acara ini, merupakan menu wajib yang selalu tersedia di setiap gelaran Tedak Siten. Tumpeng yang disajikan terdiri dari Nasi Kuning, Wayur Urab, Pindang Telur, Sambal Goreng Kentang Ati dan Pete, dan Ayam Goreng Bumbu Laos.
 
Beragam kue juga ikut melengkapi sajian, antara lain Kue Lumpur, Kue Talam Ketan Gula Merah dan Panda, Ongol-ongol Labu Kuning dan Kue Pisang. Kelezatan menu khas Indonesia menuai komentar positif dan pujian dari para tamu yang hadir.
 
'Tedak Siten' Khas Jawa Pukau Komunitas ASEAN di India
Kuliner nusantara tersaji untuk para perwakilan ASEAN. (Foto: KBRI New Delhi)
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif