Mantan PM Malaysia Najib Razak melambaikan tangan ke arah kamera saat tiba di gedung pengadilan di Putrajaya, 23 Agustus 2022. (Mohd RASFAN / AFP)
Mantan PM Malaysia Najib Razak melambaikan tangan ke arah kamera saat tiba di gedung pengadilan di Putrajaya, 23 Agustus 2022. (Mohd RASFAN / AFP)

Eks PM Malaysia Ajukan Banding Tahap Akhir di Sidang 1MDB

Marcheilla Ariesta • 23 Agustus 2022 15:02
Putrajaya: Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak kembali hadir di Pengadilan Federal Putrajaya pada Selasa, 23 Agustus 2022. Ini merupakan kesempatan terakhirnya untuk mengajukan banding.
 
Najib hendak membatalkan vonis hukuman 12 tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya atas kasus korupsi dan skandal keuangan 1MDB senilai miliaran dolar.
 
Ia tiba di pengadilan tepat sebelum jadwal persidangan pada pukul 09.30 pagi waktu setempat. Najib melambaikan tangan kepada wartawan, namun tidak berkomentar apa pun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ratusan pendukung Najib berkumpul di luar area pengadilan, menyambut kedatangan sang eks PM Malaysia dengan antusias.
 
Pria 69 tahun itu divonis bersalah pada Juli 2020 atas penyalahgunaan kekuasaan, korupsi dan pencucian uang. Ia menghadapi hukuman penjara 12 tahun dalam kasus korupsi yang terkait dengan penjarahan besar-besaran dana negara 1MDB.
 
"Perubahan baru terjadi setelah lima anggota Mahkamah Federal, yang dipimpin Ketua Hakim Maimun Tuan Mat, pekan kemarin menolak menunda sidang banding," demikian dilansir dari ABC News, Selasa, 23 Agustus 2022.
 
"Sekitar USD4,5 miliar (Rp66 triliun) dicuri dari 1MDB — yang didirikan oleh Najib saat menjabat sebagai perdana menteri pada 2009 — dalam skandal luas yang telah melibatkan pejabat dan lembaga keuangan di seluruh dunia," kata tim kejaksaan Malaysia.
 
Tim jaksa mengatakan, Najib sadar bahwa dana yang diterima di rekeningnya adalah hasil dari aktivitas yang melanggar hukum.
 
Ia juga dituding telah menggunakan posisinya sebagai perdana menteri, menteri keuangan, dan penasihat SRC International untuk mendapatkan dana tersebut.
Terkait skandal keuangan dan tuduhan korupsi ini, Najib dijatuhi vonis 12 tahun penjara dan denda sebesar USD50 juta (Rp717 miliar).
 
Meski demikian, Najib berulang kali membantah telah melakukan kesalahan dan bahkan mengaku tidak bersalah atas kasus ini.
 
Baca:  Gagal Mundur, Pengacara Najib Razak Bungkam dalam Sidang Banding

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif