Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam konferensi pers sela-sela KTT G20, Rabu 16 November 2022. Foto: Presidensi G20 Indonesia
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam konferensi pers sela-sela KTT G20, Rabu 16 November 2022. Foto: Presidensi G20 Indonesia

Erdogan Puji Keberhasilan Indonesia Adakan KTT G20 di Tengah Krisis

Fajar Nugraha • 17 November 2022 14:47
Bali: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sudah kembali ke negara setelah mengikuti KTT G20 di Bali. Namun, sebelum pulang, Erdogan dalam konferensi persnya memberikan pujian kepada Indonesia sebagai tuan rumah.
 
“Kita telah menyelesaikan KTT Pemimpin G20 ke-17 yang diadakan dengan tema "Recovery Together, Recovery Stronger" di bawah tuan rumah Indonesia yang luar biasa,” ujar Presiden Erdogan, dalam konferensi pers, Rabu 16 November 2022, dikutip dari YouTube Kepresidenan Turki.
 
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia sukses melakukan berbagai program di masa presidensinya. Saya ingin berterima kasih kepada Yang Mulia Presiden Joko Widodo dan semua yang terlibat dalam acara ini, karena sikap ramah tamah yang luar biasa, tak hanya kepada saya, tetapi kepada pasangan saya dan seluruh delegasi,” imbuh Erdogan.
 
“Dalam ruang lingkup KTT, kami menilai perkembangan terbaru dalam prospek politik dan ekonomi global,” tambah Erdogan.
 
Erdogan juga menyampakan, dunia saat ini telah melalui proses yang menyakitkan selama 3 tahun terakhir, dimulai dengan pandemi dan selanjutnya berlipat empat dengan konflik panas dan ketegangan regional. Khususnya, harga energi, makanan, dan bahan baku yang sangat meningkat tampaknya telah mendorong semua ekonomi tanpa diskriminasi.
 
Dia juga menyoroti angka inflasi yang mencapai puncaknya dalam 50-60 tahun terakhir di banyak kawasan termasuk Eropa dan Amerika mengungkapkan besarnya masalah yang sedang dihadapi dunia.
 
“Kita melihat bahwa rumusan untuk menurunkan inflasi dengan cara biasa dan cara hafalan belum memberikan hasil yang diinginkan. Demikian pula, krisis ekonomi telah meningkatkan ujaran kebencian di negara-negara Barat serta Muslim asal Afrika dan Asia,” tegasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut Erdogan menambahkan bahwa Turki berusaha keras untuk melakukan bagiannya dalam menghadapi ujian yang memengaruhi kedamaian, kedamaian, dan kemakmuran seluruh umat manusia ini. Dia memaparkan bahwa, selama periode epidemi, pihaknya mengirimkan bantuan medis ke 161 negara dan 12 organisasi internasional.
 
Menurut pendapatan nasional, Erdogan menyampaikan bahwa Turki adalah negara yang paling banyak memberikan bantuan kemanusiaan di dunia. Mereka telah menjadi rumah bagi hampir 5 juta pengungsi selama bertahun-tahun. “Di mana pun seseorang membutuhkan, Turki lari membantu mereka,” ucapnya.
 
Konflik Ukraina juga tak luput dari perhatian Erdogan. Sejak hari pertama konflik di Ukraina, Turki telah bertindak dengan keyakinan bahwa tidak akan ada pemenang perang dan tidak ada pecundang perdamaian yang adil.
 
Erdogan menambahkan, Turki telah membangun koridor biji-bijian di Laut Hitam dengan PBB. Sejauh ini, kami telah mengamankan sekitar 11 juta ton gabah untuk masuk ke pasar dunia. Kami menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas utama selama kepresidenan G20 2015 mereka.
 
Setiap tahun, 1 miliar ton makanan terbuang sia-sia di dunia, dan sekitar 1 miliar orang tidur dalam keadaan lapar. Turki melanjutkan aktivitasnya untuk mengubah tabel yang tidak adil ini.
 
“Kami juga mengadakan beberapa pertemuan puncak dua hari selama pertemuan puncak dua hari, saya percaya bahwa kita akan mengatasi kesulitan ekonomi yang dialami dalam skala global dengan pemahaman G20 yang tegas, efektif, dan berorientasi pada solusi,” sebutnya.
 
“Saya berharap diskusi kita dan komitmen yang kita kemukakan akan membuahkan hasil yang positif bagi stabilitas politik dan ekonomi global,” pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif