Ilustrasi perubahan iklim. Foto: CTV News
Ilustrasi perubahan iklim. Foto: CTV News

Indonesia-AS Kerja Sama Atasi Perubahan Iklim Melalui USAID BIJAK

Marcheilla Ariesta • 29 April 2021 19:04
Jakarta: Indonesia dan Amerika Serikat (AS) bekerja sama dalam mengatasi perubahan iklim. Kerja sama ini dilakukan melalui program Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat Build Indonesia to Take Care of Nature for Sustainability (USAID BIJAK).
 
"USAID melalui BIJAK memperkuat upaya Pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan melindungi satwa liar di darat dan laut," kata USAID dalam pernyataan mereka, Kamis, 29 April 2021.
 
Sejak 2016, program USAID BIJAK dengan dana USD19,6 juta (Rp284,2 miliar) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan mitra utama lainnya dalam merevisi kebijakan, pedoman, dan prosedur untuk memperkuat pelestarian lingkungan hidup.

Kemitraan ini membantu Indonesia melindungi ekosistem yang berisiko, menurunkan perambahan dan sengketa lahan, serta memanfaatkan data untuk mengelola sumber daya alam secara lebih efektif dan transparan. Menurut USAID, program ini juga meningkatkan permintaan aksi konservasi taman nasional dan satwa liar.
 
"USAID gembira dapat merayakan keberhasilan konservasi dan perlindungan satwa liar yang telah kita capai bersama melalui kerja sama erat dengan Pemerintah Indonesia melalui BIJAK," kata Direktur USAID Indonesia, Ryan Washburn.
 
"Krisis iklim yang parah mengancam kemajuan pembangunan, kesehatan, dan ekonomi kita, dan melalui strategi lima tahun yang baru, kami berharap dapat bekerja sama lebih lanjut dengan Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim dan memajukan tujuan pembangunan Indonesia," imbuhnya.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno mengatakan Indonesia tidak bisa bekerja sendiri dalam mengelola kawasan konservasi dan isu-isu lingkungan.
 
"Kita harus mendorong terus kolaborasi pentahelix, menggandeng pemerintah, masyarakat, akademisi, private sector, media massa, dan strong multi-level leadership di pusat dan daerah," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan