Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha. Foto: Kemenlu RI
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha. Foto: Kemenlu RI

Sejak 2021, 188 WNI Jadi Korban Eksploitasi Kasino dan Judi Online di Kamboja

Internasional perdagangan manusia wni perlindungan wni kamboja Indonesia-Kamboja
Marcheilla Ariesta • 21 April 2022 16:26
Jakarta: Kementerian Luar Negeri Indonesia mendapat pengaduan dari masyarakat terkait adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban eksploitasi kerja di kasino atau judi online di Kamboja. Setelah diselidiki ternyata ada ratusan WNI yang menjadi korban.
 
"Kami melihat ada peningkatan kasus yang cukup tinggi. Pada tahun 2021, terjadi dua kasus besar yang terjadi pada 117 WNI kita," ucap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha dalam jumpa pers virtual, Kamis, 21 April 2022.
 
Ia menambahkan, pada triwulan 2022 saja sudah ada lagi 71 kasus. Dengan demikian, total 188 WNI menjadi korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami duga ini fenomena gunung es. Angka sebenarnya mungkin dapat lebih besar," seru Judha.
 
Ia menuturkan, modus yang digunakan yakni penawaran kerja sebagai customer service di berbagai perusahaan start-up di Kamboja. Kemudian, sambung Judha, persyaratan kualifikasi yang diperlukan sangat ringan, dan dijanjikan penghasilan yang sangat besar. 
 
Para korban kemudian diberangkatkan dari Jakarta menuju Phnom Penh dengan transit di Singapura. Setibanya di Kamboja, mereka langsung dieksploitasi bekerja di perusahaan-perusahaan atau judi online, memasarkan produk crypto currency dengan klaim investasi yang tak berdasar dan potensi skamming.
 
Mereka, ujar Judha, menggunakan modus penjeratan utang, memberlakukan jam kerja yang resesif, pembatasan ruang gerak dan juga pembatasan komunikasi. Bahkan beberapa juga  melakukan kekerasan pada WNI.
 
"Upaya-upaya yang telah dilakukan Kemenlu RI dan juga KBRI Phnom Penh yaitu telah berkomunikasi dengan otoritas setempat, antara lain dari Kemenlu (Kamboja), dari pihak imigrasi, kepolisian. Alhamdulillah, WNI kita telah diselamatkan dari premis perusahaan masing-masing," terangnya.
 
Saat ini juga, sambung Judha, Kemenlu RI bersama Bareskrim Polri telah berada di Kamboja untuk mendukung KBRI Phnom Penh mengidentifikasi korban, mendalami informasi kesaksian dan alat bukti agar bisa ditindaklanjuti penegakan hukumnya di Indonesia.
 
Tim juga berkoordinasi dengan penegak hukum di Kamboja untuk penangangan kasusnya. 
 
"Dari total, 188 korban, sejak tahun 2021, 162 di antaranya berhasil dipulangkan ke Indonesia dan lima WNI lainnya akan kita pulangkan minggu depan," ungkap Judha.
 
Sedangkan lainnya, tuturnya, masih berproses di Kamboja.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif