Jose Ramos-Horta saat memberikan suaranya dalam pemilu Timor Leste. Foto: AFP
Jose Ramos-Horta saat memberikan suaranya dalam pemilu Timor Leste. Foto: AFP

Memimpin di Putaran Kedua Pemilu, Ramos-Horta Calon Presiden Baru Timor Leste

Internasional pemilu timor leste Timor Leste Jose Ramos-Horta
Fajar Nugraha • 20 April 2022 15:29
Dili: Satu dekade setelah dilengserkan, Jose Ramos-Horta akan kembali ke istana kepresidenan Timor Leste. Dia akan diminta menyelesaikan perseteruan politik yang pahit di negara itu.
 
Peraih Nobel Perdamaian ini hanya membutuhkan 30.000 suara untuk mengamankan mayoritas yang menentukan dalam putaran pertama pemilihan presiden bulan lalu. Saat itu dia memimpin melawan 15 kandidat lainnya.
 
Tetapi setelah dipaksa untuk melawan Presiden Francisco ‘Lu Olo’ Guterres minggu ini, pria berusia 72 tahun itu memimpin saat penghitungan suara mencapai tahap akhir pada Rabu pada pemungutan suara putaran kedua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan 70 persen penghitungan selesai, Ramos-Horta memimpin dengan 21 poin persentase,” menurut data yang diterbitkan oleh komisi pemilihan Timor Leste, seperti dikutip dari The Age, Rabu 20 April 2022.
 
“Hasilnya tidak mengejutkan saya dan pendukung utama saya, mengingat tingkat dukungan yang diberikan kepada kampanye saya di seluruh negeri dan jajak pendapat kami sendiri dalam beberapa bulan terakhir, bahkan di tingkat kota kecil,” kata Horta kepada kantor berita Portugis, Lusa.
 
Ramos-Horta, yang menjadi Presiden Timor Leste antara 2007 dan 2012, belum secara resmi mengklaim kemenangan tetapi lawannya tampak pasrah kalah.
 
“Itu adalah pilihan rakyat dan jika hasil ini mengkonfirmasi kemenangan Ramos Horta, saya harus menghormatinya,” kata Guterres.
 
Saat memberikan suaranya sebelumnya, Ramos-Horta mengatakan “rakyat di Timor Leste menginginkan pemimpin baru untuk menyelesaikan masalah ekonomi di negara ini”.
 
Salah satu tokoh kemerdekaan bersejarah negara itu, ia didukung dalam kampanyenya  oleh mantan pemimpin gerilya Xanana Gusmao, yang juga mantan perdana menteri dan presiden pertama negara muda itu.
 
Pertanyaannya adalah apakah Ramos-Horta akan membalas budi dan mengindahkan seruan partai Gusmao –,Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor (CNRT),– untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan parlemen baru, yang dijadwalkan tahun depan.
 
Partai Gusmao telah menjadi bagian dari aliansi multipartai yang berkuasa hingga 2020 ketika menolak anggaran pemerintah. Penolakan itu memicu runtuhnya koalisi dan pengunduran diri Perdana Menteri Taur Matan Ruak.
 
Ruak akhirnya tetap bertahan untuk mengawasi tanggapan terhadap pandemi virus korona. Dia memimpin blok pemerintahan yang disusun kembali yang terdiri dari Partai Pembebasan Rakyat, partai pedesaan Khunto dan Fretilin, partai yang memimpin perlawanan terhadap pemerintahan Indonesia dan telah menjadi kekuatan politik utama dalam 20 tahun sejak kemerdekaan.
 
Namun, pemerintah telah beroperasi tanpa anggaran tahunan, mengandalkan angsuran bulanan dari dana minyak negaranya, dan dianggap tidak sah oleh Gusmao.
 
“Pendukung utama Ramos Horta ingin melihat pemilihan awal tetapi presiden baru juga perlu membawa pikiran untuk menyatukan negara sehingga dia akan memiliki prioritas lain. Dia harus membuat keputusan tentang apakah dia hanya mendorong garis partai yang mendukungnya atau mencoba membangun koalisi baru yang berbasis di sekitar CNRT di parlemen saat ini,” kata Profesor Michael Leach, pakar politik Timor Leste di Universitas Teknologi Swinburne.
 
“Negosiasi aliansi baru termasuk CNRT pasti akan menjadi jalur yang lebih mudah secara konstitusional dan politis”, kata Leach.
 
Ramos Horta mengatakan para pemilih telah memberikan keputusan yang tegas tentang tanggapan pemerintah terhadap pandemi.
 
“Pemerintah tidak bisa mengelola krisis ekonomi yang merupakan bagian besar dari konsekuensi covid-19. Bahkan dengan memiliki pendapatan minyak, krisis ekonomi, sosial dan kemanusiaan bisa dikelola dengan lebih baik,” tegas Leach kepada Lusa.
 
Presiden baru akan dilantik pada 20 Mei. Ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun pemulihan kemerdekaan Timor Leste.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif