Warga Filipina mengantre untuk memberikan suara pada pemilu presiden. Foto: Channel News Asia
Warga Filipina mengantre untuk memberikan suara pada pemilu presiden. Foto: Channel News Asia

Tempat Pemungutan Suara Dibuka untuk Pemilihan Umum di Filipina

Internasional politik filipina filipina Pemilu Filipina
Fajar Nugraha • 09 Mei 2022 06:34
Manila: Tempat pemungutan suara (TPS) dibuka secara nasional pada Senin 9 Mei 2022 untuk pemilihan nasional, provinsi dan lokal di Filipina.
 
Menurut Komisi Pemilihan Umum (COMELEC), ada sekitar 65,7 juta pemilih terdaftar di negara ini. Ada 1,69 juta lainnya di luar negeri.
 
Rakyat Filipina dapat memberikan suara mereka antara pukul 06:00 hingga 19:00 waktu setempat untuk memilih pemimpin baru, termasuk presiden, wakil presiden, senator, legislator majelis rendah dan pejabat provinsi serta lokal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya senang karena pemilu ini sangat penting. Kami akan memilih pemimpin baru negara yang sangat membutuhkan perubahan,” kata Jolito Catibog, 61 tahun, seperti dikutip dari Channel News Asia.
 
“Setelah pemilu ini, kita juga akan tetap waspada karena perjuangan tidak berhenti di hari pemilu. Ini berlanjut,” tegasnya.


Leni vs Bongbong

Di tingkat nasional, para pemilih akan memutuskan siapa yang akan menggantikan Presiden petahana Rodrigo Duterte dan Wakil Presiden Maria Leonor “Leni” Robredo. Yang terakhir ini mencalonkan diri sebagai presiden melawan sembilan kandidat pria.
 
Salah satunya adalah calon terdepan dan mantan senator Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos Jr, satu-satunya putra mendiang Presiden Ferdinand E Marcos, yang rezim otoriternya dinodai korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.
 
Tempat Pemungutan Suara Dibuka untuk Pemilihan Umum di Filipina
Warga Filipina akan memberikan suaranya pada pemilu hari ini. Foto: Channel News Asia
 
Pada 1986, keluarganya melarikan diri ke pengasingan di Hawaii setelah Revolusi Kekuatan Rakyat mengakhiri kekuasaan Marcos selama 20 tahun.
 
Pemilihan presiden pada Senin sebagian besar dianggap sebagai perlombaan dua arah antara Bongbong, 64, dan mantan pengacara hak asasi manusia Leni, 57, yang muncul sebagai dua pesaing teratas dalam survei nasional. Keduanya juga mencalonkan diri sebagai wakil presiden dalam pemilihan 2016, di mana Leni muncul sebagai pemenang.
 
Kritikus Bongbong mengklaim bahwa pencalonan presidennya adalah upaya yang disengaja untuk mengambil kembali kekuasaan yang pernah menjadi milik keluarganya.
 
Kandidat presiden lainnya termasuk Wali Kota Manila petahana Francisco "Isko Moreno" Domagoso dan mantan petinju profesional Senator Manny Pacquiao.
 
Siapa pun yang terpilih akan memimpin Filipina selama enam tahun ke depan dan tidak akan dapat mencalonkan diri lagi.


Wakil presiden

Di Filipina, wakil presiden dipilih secara terpisah dari presiden. Ini berarti mereka bisa berasal dari kubu politik yang berbeda.
 
Tahun ini, ada sembilan calon dalam pemilihan wakil presiden. Salah satunya adalah Sara Duterte, Wali Kota Davao yang sedang menjabat.
 
Perempuan berusia 43 tahun itu juga merupakan putri Presiden Duterte dan pasangan calon Bongbong. Tandem Marcos-Duterte didukung oleh beberapa kelompok politik.
 
Kandidat lainnya termasuk calon wakil presiden Leni dan Senator Kiko Pangilinan dan Presiden Senat petahana Tito Sotto.
 
Masa jabatan wakil presiden adalah enam tahun. Dia dapat mencalonkan diri untuk satu pemilihan ulang tetapi tidak dapat menjabat lebih dari dua periode berturut-turut.
 
TPS akan ditutup pada pukul 19.00 malam. Setelah itu, suara akan dihitung dan dikonsolidasikan sebelum hasil awal mengungkapkan siapa yang akan memerintah Filipina selama enam tahun ke depan.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif