Seorang perempuan menaruh sebuah persembahan di lokasi penembakan massal di pusat penitipan anak di Uthai Sawan, Na Klang, Thailand, 9 Oktober 2022. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Seorang perempuan menaruh sebuah persembahan di lokasi penembakan massal di pusat penitipan anak di Uthai Sawan, Na Klang, Thailand, 9 Oktober 2022. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Thailand Selidiki Dugaan Peliputan 'Tak Etis' CNN di Lokasi Penembakan Massal

Medcom • 10 Oktober 2022 22:37
Bangkok: Kepolisian Thailand menyelidiki laporan mengenai dugaan adanya beberapa kru kantor berita CNN yang secara "tak etis" melakukan peliputan di pusat penitipan anak tempat terjadinya penembakan massal yang menewaskan lebih dari 20 orang.
 
Danaichok Boonsom, kepala administrasi lokal, mengatakan kepada awak media bahwa ia telah menyerahkan laporan mengenai dugaan adanya kru CNN yang masuk ke properti pemerintah tanpa izin.
 
"Biarkan proses hukum berjalan, saya tidak ingin mengungkapkan semua detailnya. Biarkan polisi melakukan penyelidikan,” ujar Boonsom, seperti dikutip dari laman Channel News Asia pada Senin, 10 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas Thailand menyelidiki insiden tersebut setelah seorang reporter mengunggah gambar di media sosial yang memperlihatkan dua kru CNN meninggalkan lokasi penembakan massal. Dalam foto terlihat kru CNN memanjat tembok dan pagar dan juga melewati garis polisi.
 
CNN merespons via Twitter dan mengatakan bahwa dua kru mereka telah memasuki lokasi penembakan massal ketika garis polisi telah disingkirkan. Kedua kru juga disebut telah mendapat izin mengambil gambar dari tiga pejabat kesehatan setempat.
 
"Tim mengumpulkan rekaman gambar di lokasi selama 15 menit kemudian pergi. Selama pengambilan gambar, garis polisi dipasang kembali, jadi kedua kru harus memanjat pagar untuk pergi," kata CNN.
 
Pernyataan CNN muncul sebagai tanggapan atas kritik dari Klub Koresponden Asing Thailand (Foreign Correspondents’ Club of Thailand atau FCCT), yang mengaku kecewa atas peliputan CNN di lokasi penembakan massal.
 
"Langkah itu tidak profesional dan merupakan pelanggaran serius terhadap etika jurnalistik terkait pelaporan kejahatan," kata FCCT.
 
Dalam penembakan massal pada Kamis lalu, polisi mengatakan 36 orang, dengan 24 di antaranya anak-anak, tewas ditembak. Pelaku penembakan adalah seorang mantan polisi yang dipecat awal tahun ini atas tuduhan narkoba, dan seharusnya akan diadili atas kejahatannya pada Jumat lalu.
 
Disebut-sebut sebagai pembantaian terburuk dalam sejarah Thailand, penembakan massal di kota kecil Uthai Sawan, Na Klang, itu mendapat perhatian luas media internasional.
 
Hingga hari Minggu kemarin, hanya ada sedikit media asing yang tersisa. Namun sebagian besar media lokal Thailand masih terus melaporkan dari tempat kejadian. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
Baca:  Ajaib, Bocah Ini Satu-satunya yang Selamat dari Pembunuhan di Thailand
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif