Polisi memeriksa pengendara kendaraan bermotor di Kuala Lumpur di tengah pemberlakuan lockdown nasional Malaysia pada Selasa, 1 Juni 2021. (Mohd RASFAN / AFP)
Polisi memeriksa pengendara kendaraan bermotor di Kuala Lumpur di tengah pemberlakuan lockdown nasional Malaysia pada Selasa, 1 Juni 2021. (Mohd RASFAN / AFP)

Malaysia Memulai Lockdown Nasional Covid-19 Hari Ini

Willy Haryono • 01 Juni 2021 12:38
Kuala Lumpur: Malaysia mulai memberlakukan penguncian (lockdown) berskala nasional mulai Selasa ini, 1 Juni 2021. Lockdown nasional diperlukan dalam meredam lonjakan kasus dan kematian harian akibat Covid-19 di seantero Malaysia.
 
Sebagian besar wilayah di Malaysia berhasil terhindar dari dampak terburuk gelombang pertama Covid-19 tahun lalu berkat langkah cepat penguncian perbatasan dan pemberlakuan berbagai aturan ketat.
 
Namun belakangan, kasus dan kematian harian akibat Covid-19 di Malaysia melonjak tajam. Dari hampir 2.800 kematian akibat Covid-19 di Malaysia, 40 persen di antaranya tercatat sepanjang Mei lalu.

Angka kasus harian juga melonjak di kisaran 3.000-9.000 dalam beberapa pekan terakhir. Hingga Selasa ini, berdasarkan data Johns Hopkins University, total kasus Covid-19 di Malaysia mencapai angka 572.357.
 
Selain karena kemunculan varian Covid-19, lonjakan kasus dan kematian di Malaysia diakibatkan kegiatan perkumpulan warga selama Ramadan dan hari raya Idulfitri. Banyak warga Malaysia terpantau melanggar berbagai aturan dan protokol kesehatan selama periode tersebut.
 
Dalam lockdown nasional Malaysia per hari ini, dilansir dari laman France 24, tempat bisnis esensial yang boleh beroperasi, seperti supermarket, apotek, klinik, maupun rumah sakit. Masyarakat Malaysia hanya diperbolehkan keluar rumah untuk mendapatkan kebutuhan pokok.
 
Baca:  Lockdown Total, Malaysia Batasi Jumlah Warga Berbelanja
 
Sebagian besar sekolah di Malaysia ditutup selama lockdown nasional ini. Perjalanan antar sebagian besar wilayah di Malaysia sudah dilarang sebelumnya, dan selama lockdown nasional, penjagaannya akan diperketat.
 
Lockdown nasional ini dipastikan berdampak buruk bagi sektor usaha, yang sudah berjuang untuk bangkit setelah terhantam gelombang Covid-19 tahun lalu.
 
"Dampak Covid-19 terhadap usaha kecil seperti saya sangat menyakitkan," kata Lilian Chua, seorang pemilik salon di luar Kuala Lumpur.
 
"Pemerintah memberlakukan lockdown, tapi virusnya tetap ada di udara. Mereka perlu mempercepat vaksinasi," sambungnya.
 
Sejauh ini, warga Malaysia yang sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 masih berada di bawah enam persen dari total populasi 32 juta jiwa.

Vaksin Slank untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan