Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan DK PBB, 18 Januari 2023. Foto: UN
Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan DK PBB, 18 Januari 2023. Foto: UN

Tiga Sorotan Menlu Retno di DK PBB Terkait Isu Palestina

Fajar Nugraha • 19 Januari 2023 09:51
New York: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam open debate atau pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), menegaskan tiga isu penting yang terkait dengan Palestina. Menlu menyoroti penderitaan yang dialami oleh warga Palestina.
 
Sepanjang 2022 menjadi tahun yang paling mematikan dan memakan banyak korban rakyat Palestina sejak 2005.
 
Menlu pun menekankan tiga hal terkait isu Palestina.


Pertama

Indonesia menyambut disahkannya Resolusi Majelis Umum PBB yang meminta pendapat hukum Mahkamah Internasional (International Court of Justice) terkait dampak legal pendudukan Israel di Palestina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Berbagai laporan, mekanisme, dan resolusi PBB telah dikeluarkan. Dunia tidak bisa bersikap business as usual. Harus dipastikan adanya tindak lanjut nyata atas hal ini,” tegas Menlu, dilansir dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri yang diterima Medcom, Kamis 19 Januari 2023.


Kedua

Pentingnya menyusun langkah konkrit untuk mencapai solusi damai. Indonesia pun meminta Israel hentikan provokasi, menghormati hukum internasional, dan melanjutkan proses damai untuk capai solusi dua negara, sesual ketentuan internasional.

Ketiga

Masyarakat internasional harus berikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Tahun 2023 diprediksi dunia akan alami resesi.
 
Lebih dari dua juta rakyat Palestina memerlukan bantuan kemanusiaan. "Demi kemanusiaan, kita tidak boleh membiarkan rakyat Palestina menderita dalam diam, khususnya di tengah Situasi sulit saat ini,” ujar Menlu.
 
Baca: Di DK PBB, Menlu Retno Tegaskan Israel Harus Akhiri Pendudukan di Palestina.

 
Pertemuan DK PBB dipimpin Jepang selaku Presiden DK PBB bulan Januari 2023. Selain 15 anggota DK PBB, 29 negara juga hadir dan sampaikan pernyataan, termasuk Palestina dan Israel.
 
Negara-negara menyoroti situasi di Palestina yang tidak kunjung membaik, serta mendorong dimulainya kembali proses damai guna mencapai solusi jangka panjang isu Palestina.
 

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif