Seorang perawat menyuntikkan vaksin flu ke seorang pasien. (AFP)
Seorang perawat menyuntikkan vaksin flu ke seorang pasien. (AFP)

Singapura Setop Penggunaan Dua Vaksin Flu usai Kematian di Korsel

Internasional Virus Korona singapura vaksin influenza vaksin covid-19
Willy Haryono • 26 Oktober 2020 11:41
Singapura: Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menghentikan sementara penggunaan dua vaksin influenza -- SKYCellflu Quadrivalent dan VaxigripTetra -- usai beberapa orang yang menerimanya di Korea Selatan meninggal dunia. MOH menegaskan, sejauh ini tidak ada kematian terkait vaksinasi influenza di Singapura.
 
"(Penghentian sementara) ini adalah langkah antisipasi menyusul adanya laporan kematian dalam vaksinasi influenza di Korea Selatan," ujar pernyataan gabungan MOH dan Otoritas Sains Kesehatan (HSA), dikutip dari laman The Straits Times pada Senin, 26 Oktober 2020.
 
Otoritas Korsel menyebutkan bahwa tujuh merek vaksin flu telah diberikan kepada beberapa orang yang meninggal saat vaksinasi. Namun Korsel belum dapat mengonfirmasi apakah kematian itu memang terkait dengan penggunaan tujuh vaksin tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Korsel: Tak Ada Kaitan Vaksin Flu dengan Kematian Korban Remaja
 
Dua dari tujuh vaksin flu yang digunakan di Korsel tersedia di Singapura. SKYCellflu Quadrivalent diproduksi oleh SK Bioscience dan didistribusikan oleh AJ Biologics, sementara VaxigripTetra dibuat oleh Sanofi Pasteur dan disalurkan oleh Sanofi Aventis.
 
HSA sedang memeriksa implikasi dari laporan kematian di Korsel, sementara MOH meminta penyedia jasa kesehatan dan praktisi medis untuk menghentikan sementara dua vaksin flu terkait.
 
Namun, sambung MOH, dua vaksin lainnya yang telah dibawa ke Singapura untuk musim flu tahun ini masih bisa digunakan.
 
Seperti obat-obatan lainnya, vaksin dapat menimbulkan efek samping seperti rasa sakit dan kemerahan di area tubuh yang disuntik. Efek samping lainnya adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, rasa lelah, dan mual.
 
"Beberapa efek samping ini relatif ringan dan dapat hilang dengan sendirinya. Dalam kasus yang langka, seseorang mungkin terkena demam tinggi atau mengalami alergi berat (seperti sulit bernapas dan bengkak di area mata). Jika itu terjadi, bantuan medis harus segera diberikan," sebut MOH dan HSA.
 
Semua vaksin yang masuk ke Singapura telah dievaluasi oleh HSA untuk memastikan standar internasional di bidang kualitas, keamanan, dan efektivitas.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif