Ilustrasi oleh AFP.
Ilustrasi oleh AFP.

Pesawat Militer Myanmar Jatuh, Biksu Senior Jadi Korban

Internasional konflik myanmar Myanmar kecelakaan pesawat
Fajar Nugraha • 10 Juni 2021 14:31
Yangon: Sebuah pesawat militer Myanmar yang membawa seorang biksu senior jatuh di dekat pusat Kota Mandalay. Dilaporkan pesawat itu jatuh karena cuaca buruk yang melanda pada Kamis 10 Juni 2021, sementara laporan saling bertentangan mengenai korban.
 
Pesawat diketahui membawa enam awak dan delapan penumpang. Mereka meninggalkan Ibu Kota Naypyidaw pada Kamis pagi menuju Pyin Oo Lwin, sebuah kota di wilayah tengah Mandalay.
 
"Pesawat tersebut kehilangan komunikasi ketika berjarak 400 meter dari pabrik baja di dekat bandara di Mandalay," kata Juru Bicara Junta Zaw Min Tun, seperti dikutip AFP, Kamis 10 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zaw dalam pernyataannya, mengaitkan kecelakaan itu dengan "cuaca buruk".
 
Sebuah tim berhasil menyelamatkan dua penumpang, yang telah dikirim ke rumah sakit militer terdekat.
 
Tidak ada rincian lain tentang korban yang diberikan. Sementara Zaw Min Tun menambahkan bahwa regu penyelamat masih di tempat kejadian.
 
Secara terpisah, seorang pejabat senior polisi mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya tujuh orang - termasuk dua biksu senior - tewas dalam kecelakaan itu.
 
"Wanita lain dalam kondisi kritis," katanya, berbicara dengan syarat anonim.
 
Sebelum kudeta 1 Februari, di mana militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dari kekuasaan, kecelakaan pesawat biasa terjadi di Myanmar karena sektor penerbangannya yang kurang berkembang.
 
Biksu Buddha Myanmar memimpin perjuangan sebelumnya melawan pemerintahan militer tetapi terpecah dalam kudeta yang mengakhiri demokrasi yang baru lahir di negara itu. Beberapa pemimpin agama terkemuka membela junta baru.
 
Militer telah berusaha untuk memadamkan protes massa dengan tindakan keras berdarah yang telah menewaskan lebih dari 800 warga sipil, menurut kelompok pemantau lokal.
 
Hal ini telah mendorong warga sipil di beberapa kota untuk membentuk "pasukan pertahanan". Sementara beberapa tentara pemberontak etnis Myanmar telah melakukan serangan terhadap militer.
 
Bulan lalu, Tentara Kemerdekaan Kachin -,sebuah kelompok pemberontak etnis yang telah melakukan pemberontakan selama puluhan tahun melawan militer,- menjatuhkan sebuah helikopter tentara selama bentrokan sengit.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif