Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah. (AFP)
Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah. (AFP)

Raja Malaysia Tunggu Daftar Nama Kandidat PM Hingga Pukul 14.00 Siang Ini

Willy Haryono • 21 November 2022 08:06
Kuala Lumpur: Dengan menggantungnya status parlemen setelah pemilihan umum pekan kemarin, Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah mendeklarasikan bahwa semua partai politik harus menyerahkan nama-nama kandidat perdana menteri mereka paling lambat hari Senin ini, 21 November 2022, pukul 14.00 waktu setempat.
 
Partai-partai juga harus mendeklarasikan aliansi mereka untuk membentuk pemerintahan, ucap pejabat urusan rumah tangga kerajaan Malaysia Ahmad Fadil Shamsuddin. Ia mengatakan, istana telah menerima hasil pemilu ke-15 Malaysia (GE15) pada Minggu petang.
 
Pemilu Malaysia tahun ini berlangsung ketat, dengan Pakatan Harapan (PH) dan Perikatan Nasional (PN) sebagai dua koalisi peraih kursi terbanyak di parlemen. Namun keduanya belum mendapat mayoritas, sehingga harus menggandeng beberapa partai lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ahmad mengatakan bahwa hasil GE15 dengan jelas memperlihatkan tidak adanya satu pun partai yang bisa mencapai mayoritas untuk membentuk pemerintahan baru.
 
Semua pemimpin partai politik Malaysia nantinya akan diminta ketua dewan perwakilan rakyat Azhar Arun untuk bernegosiasi dalam membentuk pemerintahan. Para pemimpin partai juga diminta menyerahkan nama kandidat PM.
 
"Keputusan Raja mengenai formasi pemerintahan baru dan penunjukan perdana menteri sudah final," kata Ahmad, dikutip dari laman The Straits Times.
 
Raja Malaysia, lanjut Ahmad, mengingatkan para pemimpin partai politik bahwa negara ini membutuhkan sebuah pemerintahan baru yang stabil dan berintegritas demi melindungi kemakmuran masyarakat serta mendorong agenda kesejahteraan bangsa.
 
Ketua DPR Azhar Arun mengatakan bahwa para pemimpin partai politik harus menyerahkan nama kandidat PM melalui sebuah deklarasi statuta.
 
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dan mantan PM Muhyiddin Yassin saling mengeklaim memiliki cukup dukungan untuk membentuk pemerintahan baru.
 
Minggu kemarin, Muhyiddin mengatakan bahwa koalisinya akan berdiskusi dengan partai-partai dari Sabah dan Sarawak untuk membentuk pemerintahan. Namun ia menolak wacana mengenai adanya potensi kerja sama dengan PH.
 
Baca:  Gabungan Parti Sarawak Umumkan Dukung Koalisi Muhyiddin Yassin
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif