Demonstran anti-kudeta berlari di tengah gas air mata di kota Yangon, Myanmar. (AFP)
Demonstran anti-kudeta berlari di tengah gas air mata di kota Yangon, Myanmar. (AFP)

Ratusan Demonstran Myanmar Kecam Kunjungan PM Kamboja Hun Sen

Internasional asean Aung San Suu Kyi kamboja Min Aung Hlaing Kudeta Myanmar Junta Myanmar Hun Sen
Willy Haryono • 08 Januari 2022 15:07
Yangon: Ratusan demonstran mengecam keras kunjungan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen yang datang untuk menemui pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, pada Jumat kemarin. Lawatan resmi PM Hun Sen dipandang sebagai bentuk pengakuan terhadap kudeta yang dilakukan militer Myanmar terhadap pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi.
 
Berlangsung di beberapa kota di Myanmar, para pengunjuk rasa membakar foto PM Hun Sen dan juga meneriakkan yel-yel kecaman.
 
"Bakar Hun Sen yang tak berperikemanusiaan," teriak para pengunjuk rasa, dikutip dari laman France 24, Sabtu, 8 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Orang yang berbicara dengan Min Aung Hlaing harus mengalami kematian pedih," ungkap sekelompok demonstran melalui video di internet.
 
Kunjungan PM Hun Sen ini dilakukan saat negaranya tengah memegang presidensi ASEAN. Ia adalah kepala negara pertama yang secara resmi mengunjungi Myanmar sejak negara itu dilanda kudeta militer pada Februari 2021.
 
Sebelum berkunjung ke Myanmar, Hun Sen dan sejumlah petinggi Kamboja lainnya membantah bahwa lawatannya adalah bentuk legitimasi terhadap kudeta Myanmar. Kamboja mengaku hanya ingin menghidupkan kembali upaya perdamaian di Myanmar.
 
"Apa yang saya ingin bawa ke meja pertemuan adalah Lima Poin Konsensus yang sudah disepakati semua anggota ASEAN," ucapnya pada Rabu lalu.
 
Dalam pertemuan mereka, Min Aung Hlaing mengatakan kepada PM Hun Sen bahwa Myanmar telah memperpanjang gencatan senjata dengan semua organisasi etnis bersenjata (EAOs) di seantero negeri yang seharusnya habis pada akhir Februari tahun ini.
 
Min Aung Hlain mengatakan bahwa dirinya "menyambut partisipasi utusan khusus ASEAN untuk bergabung dengan dialog gencatan senjata bersama para EAOs," ujar pernyataan gabungan Myanmar dan Kamboja.
 
"Langkah penting ini adalah bagian dari Lima Poin Konsensus ASEAN," sambungnya.
 
April 2021, jajaran pemimpin ASEAN melakukan pertemuan ASEAN Leaders' Meeting di Jakarta dalam membahas isu Myanmar. Min Aung Hlaing hadir dalam acara tersebut, dan turut menyepakati Lima Poin Konsensus ASEAN.
 
Kendati menyetujui, ia menolak menerima utusan khusus ASEAN yang ingin menemui semua kubu bertikai di Myanmar, termasuk Aung San Suu Kyi. Upaya ASEAN untuk membantu menyelesaikan konflik di Myanmar pun relatif tersendat hingga saat ini.
 
Didampingi utusan khusus ASEAN saat ini, yakni deputi PM Kamboja Prak Sokhonn, Hun Sen berharap dapat menghidupkan lagi upaya perdamaian di Myanmar.
 
Baca:  ASEAN Sepakati 5 Poin Konsensus Terkait Myanmar
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif