Sekelompok imigran Myanmar di Thailand membawa foto Aung San Suu Kyi dalam demo menentang kudeta di negara mereka pada 4 April 2021. (Dene-Hern CHEN / AFP)
Sekelompok imigran Myanmar di Thailand membawa foto Aung San Suu Kyi dalam demo menentang kudeta di negara mereka pada 4 April 2021. (Dene-Hern CHEN / AFP)

570 Pedemo Tewas, Warga Myanmar Kini Memberontak Secara Daring

Internasional konflik myanmar Myanmar politik myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar
Marcheilla Ariesta • 06 April 2021 12:37
Yangon: Pasukan keamanan Myanmar dilaporkan telah menembak mati setidaknya 570 pengunjuk rasa dalam dua bulan terakhir. Saat ini, beberapa pengunjuk rasa menemukan cara lebih aman dan substantif dalam menunjukkan pembangkangan mereka secara daring.
 
Mereka menjual barang bekas secara daring, yang hasilnya nanti akan disalurkan ke pemerintah bayangan, Komite Perwakilan Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), dalam upaya menentang kudeta.
 
Segala macam barang yang dijual mulai dari pakaian dan mainan, hingga pelajaran musik dan kegiatan luar ruangan dijajakan. Warga asing yang mendukung gerakan ini didorong untuk menyumbang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Anti-Kudeta Militer Myanmar Jadikan Telur Paskah Simbol Pembangkangan
 
Penggalangan dana juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik agar menentang junta militer Myanmar yang telah menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 6 April 2021, pengguna Facebook telah menggunakan media sosial mereka untuk menjual harta benda, mengiklankan semua hasil penjualan akan digunakan untuk mendanai CRPH.
 
Meskipun pihak berwenang terus mempersempit akses ke internet, namun aksi menggalang dana tersebut masih berlanjut.
 
Mulai dari pecinta K-pop boygroup EXO hingga pengkoleksi LEGO Marvel Super Heroes menjajakan barang kesayangan mereka.
 
"Tidak terlalu mahal (barangnya), tapi sulit untuk dikumpulkan. Kalau Anda menunjukkan slip donasi CRPH, pilih apa saja dan akan saya berikan," tutur mereka.
 
Sekelompok remaja mengiklankan koleksi novel, puisi, dan buku motivasi mereka. Hasilnya juga disumbangkan untuk 'kestabilan demokrasi Myanmar.'
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif