Sekelompok warga Myanmar menggelar aksi dukungan terhadap Pemerintah Persatuan Nasional atau NUG. (AFP)
Sekelompok warga Myanmar menggelar aksi dukungan terhadap Pemerintah Persatuan Nasional atau NUG. (AFP)

Pemerintah Bayangan Myanmar Deklarasikan 'Perang Pertahanan Rakyat'

Internasional aung san suu kyi Min Aung Hlaing Kudeta Myanmar National Unity Government (NUG)
Willy Haryono • 07 September 2021 12:29
Yangon: Pemerintah bayangan Myanmar telah mendeklarasikan "perang pertahanan rakyat" terhadap junta militer pimpinan Jenderal Min Aung Hlain yang telah melakukan kudeta pada 1 Februari lalu.
 
Duwa Lashi La, pelaksana tugas presiden National Unity Government atau Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), mendeklarasikan perang tersebut melalui sebuah video di laman Facebook, Selasa, 7 September 2021.
 
"Dengan tanggung jawab melindungi nyawa dan properti masyarakat, Pemerintahan Persatuan Nasional meluncurkan perang pertahanan rakyat terhadap junta militer," tutur Duwa Lashi La, dikutip dari laman Al Jazeera.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena ini adalah revolusi publik, semua masyarakat Myanmar dari segala penjuru diminta untuk memberontak terhadap kekuasaan teroris militer yang dipimpin Min Aung Hlaing," sambungnya.
 
Myanmar jatuh dalam jurang krisis politik usai Min Aung Hlaing menggulingkan pemimpin de facto Aung San Suu Yi di hari pertama bulan Februari. Kudeta militer tersebut memicu aksi protes dan gerakan pembangkangan sipil di banyak kota di Myanmar.
 
Menurut data Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), lebih dari 1.000 orang tewas dalam bentrokan antara demonstran anti-kudeta dan militer Myanmar. Ribuan pedemo juga ditangkap sejak Februari hingga saat ini.
 
Aksi represif militer Myanmar terhadap gerakan protes membuat sejumlah grup etnis, terutama di wilayah perbatasan, memutuskan untuk ikut mengangkat senjata.
 
Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Myanmar belum membuahkan hasil signifikan, terlepas dari adanya tekanan negara-negara Asia Tenggara dan juga dunia Barat.
 
Dalam videonya, Duwa Lashi La menuduh junta militer telah melakukan "kejahatan perang" dan menyerukan agar grup-grup etnis di seantero Myanmar "untuk segera" menyerang junta.
 
"Rebut kembali tanah kelahiran Anda semua," seru Duwa Lashi La. Selain kepada grup etnis, Duwa Lashi La juga meminta prajurit dan petugas perbatasan agar "bergabung dan bersama-sama menyerang musuh rakyat."
 
Baca:  Pemerintah Bayangan Myanmar Ajak Rohingya Gabung Lawan Junta
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif