Menlu Malaysia Hishammudin Hussein. (Roslan RAHMAN / AFP)
Menlu Malaysia Hishammudin Hussein. (Roslan RAHMAN / AFP)

Jelang KTT ASEAN, Menlu Malaysia Kunjungi Jakarta Kamis Besok

Internasional konflik myanmar asean Kudeta Myanmar Protes Myanmar
Willy Haryono • 21 April 2021 09:08
Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dipastikan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Jakarta mengenai isu Myanmar pada 24 April mendatang. KTT ASEAN ini akan dipimpin Sultan Brunei Darussalam, Paduka Seri Baginda Sultan Hassal Bolkiah, selaku Ketua ASEAN 2021.
 
Kabar kedatangan PM Muhyiddin dipastikan oleh Menteri Luar Negeri Hishammuddin Hussein.
 
"Saya akan ke Jakarta lebih awal pada Kamis ini untuk bertemu Dato Seri Setia Haji Erywan, Menlu Brunei, dan Menlu Retno Marsudi," tulis Hishammudin melalui keterangan tertulis tertanggal 20 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada hari Jumat, 10 Menlu ASEAN akan mengadakan pertemuan secara tatap muka menjelang KTT ASEAN pada hari Sabtu," sambungnya.
 
Baca:  PM Malaysia Dipastikan Menghadiri KTT ASEAN di Jakarta
 
Hishammuddin telah berbicara dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Selasa malam. Keduanya membicarakan berbagai hal, terutama mengenai situasi terkini di Myanmar.
 
Surat undangan menghadiri KTT ASEAN telah dilayangkan Sultan Hassanal Bolkiah kepada Malaysia pada 17 April lalu. PM Muhyiddin membalas surat tersebut dua hari setelahnya.
 
Pertemuan di Jakarta pada Sabtu mendatang akan menjadi KTT pertama ASEAN yang dilakukan secara tatap muka sejak pandemi Covid-19. Nantinya para pemimpin ASEAN akan membicarakan Myanmar dan berbagai isu kawasan yang menjadi kepentingan bersama.
 
Mengenai isu Myanmar, Hishammuddin menegaskan bahwa PM Muhyiddin akan kembali menegaskan posisi Malaysia yang tegas dan konsisten. Sikap Malaysia mengenai isu Myanmar adalah sebagai berikut:
 
1. Pembebasan segera dan tanpa syarat semua pemimpin politik yang ditahan di Myanmar;
2. Menghentikan penggunaan kekerasan terhadap rakyat sipil ta bersenjata;
3. Memberi ruang pada kebebasan berkumpul dan berbicara;
4. Kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan krisis politik dan menghindari meningkatnya ketegangan;
5. Akses terhadap bantuan kemanusiaan demi kesehatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar;
6. Membuka akses kepulangan Rohingya ke Rakhine secara aman, sukarela, dan bermartabat.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif