Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat KTT ASEAN-AS 2021. Foto: AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat KTT ASEAN-AS 2021. Foto: AFP

AS Siapkan Inisiatif yang Bisa Penuhi Kebutuhan ASEAN

Internasional Amerika Serikat asean ASEAN-AS
Medcom • 12 Mei 2022 15:49
Washington: Mendekati pertemuan Presiden Joe Biden dengan para pemimpin ASEAN, pejabat senior Gedung Putih mengungkapkan Amerika Serikat (AS) akan meluncurkan sejumlah program untuk membuktikan komitmennya terhadap Asia Tenggara. Rangkaian program tersebut menyentuh berbagai aspek, dari pendidikan, iklim, hingga infrastruktur.
 
Kurt Campbell, koordinator AS untuk urusan Indo-Pasifik di Dewan Keamanan Nasional, menyampaikan bahwa inisiatif ini menekankan bahwa AS akan menjadi mitra tetap bagi wilayah tersebut. Sebelumnya, AS dikritik lantaran cenderung menjanjikan komitmen kemudian perhatiannya teralihkan.
 
Dalam acara yang diselenggarakan United States Institute of Peace, Campbell mengatakan program ini adalah bagian dari upaya memenuhi kebutuhan ASEAN, bukan untuk bersaing dengan Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataannya disampaikan sehari sebelum KTT ASEAN-AS, yang diadakan Kamis, 12 Mei 2022 dan Jumat, 13 Mei 2022 di Washington. Dari 10 negara ASEAN, delapan di antaranya akan hadir. Dua yang tidak hadir adalah Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing.
 
Campbell menyebut pemerintahan Biden sudah belajar dari pendekatan sebelumnya untuk wilayah Asia Tenggara, termasuk kebijakan pivot yang disusun Obama. Ia juga mengatakan Washington kini tidak hanya menyentuh bidang kerja sama militer dan keamanan, melainkan lebih dari itu.
 
“Sekarang, ada pandangan yang jauh lebih dalam bahwa sumber daya akan berperan penting, dan itu tidak hanya tentang diplomasi, tidak hanya perkembangan militer,” ucapnya.
 
“Itu juga harus terdiri atas rangkaian inisiatif gabungan setiap pemerintah yang menandakan tekad untuk keterlibatan yang lebih dalam di Indo-Pasifik,” tegas Campbell.
 
Menurutnya, banyak program yang mengaitkan AS dengan Asia Tenggara cenderung sudah kuno. AS mencoba kembali ke program pendidikan, seperti mengajarkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan pelatihan kepemimpinan.
 
“Hal yang kita upayakan adalah bertemu ASEAN di mana kepentingan masyarakat mereka bertepatan dengan kami,” tuturnya.
 
Ia juga menyinggung beberapa isu lain, seperti kesiapan menghadapi bencana, kesadaran wilayah maritim, serta investasi pada energi hijau dan kesehatan masyarakat.
 
Mengakui adanya kompetisi AS dengan Tiongkok, Campbell mengatakan Biden “tidak ingin menjerumuskan Asia Tenggara atau Asia ke dalam Perang Dingin baru”.
 
“Kami cukup jelas menyadari bahwa inisiatif apapun yang bertujuan untuk kompetisi kemungkinan tidak akan mencapai kesuksesan di Asia. Itu harus didasari kebutuhan dan keinginan masyarakat Asia Tenggara,” imbuhnya.
 
KTT yang akan datang diperkirakan akan menjadi dialog dan konsultasi intens. Topik pembahasan meliputi Myanmar, Tiongkok, hubungan lintas selat, hingga bagaimana dampak perang di Ukraina terhadap Indo-Pasifik.
 
Dalam konferensi tersebut, AS akan memperkenalkan Kerangka Ekonomi Indo Pasifik (IPEF) kepada para pemimpin ASEAN.
 
Campbell menambahkan bahwa ada ketertarikan kuat di Asia Tenggara untuk berpartisipasi dalam IPEF, dan dirinya memperkirakan beberapa anggota ASEAN turut serta dalam strategi itu. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif