Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Buntut Kasus UAS, Singapura Terima Ancaman Serangan

Sri Yanti Nainggolan • 23 Mei 2022 19:41
Jakarta: Singapura menerima ancaman seperti serangan yang sama dengan peristiwa 9/11. Ancaman tersebut berasal dari salah satu pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS) di Indonesia.
 
Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, menyoroti salah satu contoh ancaman yang diunggah di Instagram yang menyebut Singapura sebagai 'negara Islamofobia'. 
 
Ancaman tersebut juga meminta agar para pemimpin Singapura meminta maaf kepada umat Islam dan rakyat Indonesia dalam 48 jam. Ancaman itu juga berisi seruan pengusiran kepada duta besar Singapura untuk Indonesia jika tuntutan diabaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mendagri Singapura K. Shanmugam sebut ada ancaman serangan serupa 9/11 dari Indonesia./AFP
Mendagri Singapura K. Shanmugam sebut ada ancaman serangan serupa 9/11 dari Indonesia./AFP

Instagram telah menghapus unggahan tersebut dan menonaktifkan akun itu karena melanggar standar komunitas. Namun, Shanmugam menilai ancaman tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.
 
"Kita menarik paralel dengan 9/11, lalu Singapura yang dipimpin orang-orang non-Islam, serta (kata-kata) Singapura harus diserang, kepentingan Singapura harus diserang. Saya tidak akan meremehkan komentar itu," kata Shanmugam, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 23 Mei 2022.
 

Kronologi UAS ditolak masuk Singapura

UAS serta enam orang yang bepergian dengannya tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada Senin, 16 Mei 2022. Namun, mereka ditolak masuk dan dikirim kembali ke Batam.
 
Sehari setelah penolakan, Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) mengatakan UAS dikenal menyebarkan ajaran 'ekstremis dan segregasi' yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.
 
Baca: Mendagri Singapura: Ada Ancaman Serangan Serupa 9/11 dari Indonesia
 
Menyusul keputusan menolak UAS, pada Jumat lalu pengunjuk rasa berkumpul di Kedutaan Besar Singapura di Jakarta dan Konsulat Jenderal Singapura di Medan.
 
Para pengunjuk rasa Jakarta yang tergabung dalam Pembela Ideologi Syariah Islam (Perisai) itu menuntut Kedutaan Singapura mengklarifikasi kejadian tersebut dan meminta maaf secara terbuka.
 
Kelompok itu juga menyerukan agar duta besar Singapura untuk Indonesia diminta meninggalkan negara itu.
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif