Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel jelaskan sistem imigrasi berbasis poin permudah akses bagi semua pihak. Foto: AFP
Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel jelaskan sistem imigrasi berbasis poin permudah akses bagi semua pihak. Foto: AFP

Sistem Imigrasi Berbasis Poin Permudah Akses ke Inggris

Internasional indonesia-inggris
Fajar Nugraha • 17 Juli 2020 10:06
Jakarta: Pada 2021 Inggris akan menggunakan sistem imigrasi berbasis poin. Melalui sistem ini, semua aplikasi visa warga negara akan diproses secara sama.
 
Menurut keterangan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang diterima Medcom.id, Jumat 17 Juli, setiap orang di dunia akan memiliki kesempatan untuk menjadikan Inggris sebagai rumah mereka, tanpa prasangka atau perlakuan khusus berdasarkan kewarganegaraan mereka.
 
Ketika Inggris masih menjadi anggota Uni Eropa (UE), 'pergerakan bebas untuk orang' berarti bahwa setiap warga Negara UE dapat berpindah ke Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sekarang setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa, kami bebas untuk mengeluarkan potensi penuh Inggris dan menerapkan perubahan yang kami butuhkan untuk memulihkan kepercayaan pada sistem imigrasi dan memberikan sistem baru yang lebih adil, lebih tegas, dan berbasis keterampilan,” ujar Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel.
 
Sistem imigrasi Inggris berbasis poin ini akan berlaku mulai 1 Januari 2021. Inggris siap menyambut talenta terbaik dan tercerdas dari seluruh dunia atas dasar kesetaraan dan keadilan.
 
Patel menegaskan mulai Januari 2021, sistem imigrasi berbasis poin yang akan memperlakukan orang dari seluruh belahan dunia secara setara, mempermudah talenta-talenta paling cemerlang dan terbaik dari seluruh dunia untuk datang, tinggal dan bekerja di Inggris. Pihaknya ingin bisnis dari Inggris berkembang di panggung dunia dan juga menyadari bahwa mereka harus memiliki akses ke talenta terbaik dan tercerdas dari seluruh dunia untuk dapat melakukan itu.
 
“Sistem baru kami akan mempermudah dunia usaha untuk mengakses talenta itu untuk melengkapi keterampilan yang telah kami miliki. Kami telah menghapus Tes Pasar Tenaga Kerja Penduduk (Resident Labour Market Test), menurunkan ambang minimal keterampilan dan gaji, serta menghapus batasan pekerja terampil,” imbuh Patel.
 
Pemerintah Inggris juga akan meluncurkan rute khusus untuk memungkinkan lebih banyak siswa, ilmuwan, akademisi, investor, pengusaha, dan pekerja National Health Service (NHS) untuk lebih mudah datang ke Inggris dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Tenaga ahli kesehatan dari seluruh dunia memegang peran yang sangat besar dalam sektor kesehatan dan perawatan, dan peran vital yang mereka miliki menjadi semakin jelas ketika mereka terus berjuang melawan virus korona ini.
 
Ini sebabnya Visa Kesehatan dan Perawatan (Health and Care visa) yang baru akan diproses yang lebih murah, lebih mudah, dan lebih cepat bagi talenta terbaik dunia untuk bergabung dengan mereka. Biaya visa akan diturunkan dan tenaga kesehatan yang mendaftar akan mendapat keputusan atas aplikasi mereka hanya dalam waktu tiga minggu.
 
Sementara untuk visa pelajar akan memastikan bahwa universitas-universitas kelas dunia dapat terus menyambut siswa-siswa Indonesia yang berbakat dan berpotensi. Selain itu, rute Pascasarjana (Graduate route) yang baru juga akan memungkinkan siswa internasional untuk tinggal di Inggris selama dua atau tiga tahun, tergantung pada tingkat kualifikasi mereka.
 
Perubahan ini akan mempermudah lulusan internasional terbaik untuk untuk mendapatkan pekerjaan yang membutuhkan keahlian mereka di Inggris dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Inggris.
 
“Melalui sistem imigrasi baru ini, kami akan mengembangkan sistem meritokrasi sejati sehingga siapa pun dengan keterampilan yang tepat yang ingin datang ke Inggris dapat melakukannya dan saya berharap dapat menyambut talenta terbaik dari Indonesia,” tutur Patel.
 
Di bawah sistem baru ini, sejumlah rute yang sudah ada akan sekarang dibuka untuk semua orang, tanpa memandang kebangsaan. “Global Talent Scheme” ini akan memungkinkan para ilmuwan dan peneliti terampil untuk datang ke Inggris tanpa tawaran kerja dan Rute Pelajar akan memastikan universitas-universitas Inggris yang terbaik di dunia dapat terus menyambut para siswa yang penuh bakat dan potensi di lembaga-lembaga kelas dunia di Negeri Ratu Elizabeth.
 
“Ini adalah langkah yang sangat positif. Inggris telah memilih untuk tidak berkutat pada dari mana Anda berasal tetapi lebih kepada siapa diri Anda. Sebuah sistem imigrasi yang didasarkan pada individu-nya – pada bakat dan kemampuan mereka. Kita akan dapat melihat lebih banyak penelitian akademik antara Inggris-Indonesia; kerja sama bisnis dan kewirausahaan; persahabatan; pembelajaran dan pertukaran budaya. Semua berasal dari perubahan ini,” ujar Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn.
 
Secara historis, orang Indonesia yang berpindah ke luar negeri pada umumnya pergi ke negara-negara tetangga dan Timur Tengah. Dengan pengumuman ini, Fenn berharap lebih banyak orang Indonesia yang akan berpindah ke Inggris dan memegang posisi kekuasaan dan pengaruh di sana. Fenn menambahkan sistem ini akan membantu mempererat persahabatan antara Indonesia dan Inggris.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif