Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (AFP)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (AFP)

Menlu RI Dijadwalkan Hadiri 36 Pertemuan di PBB, Termasuk dengan Guterres

Internasional pbb menlu retno lp marsudi Sekjen PBB Sidang Majelis Umum PBB 2021
Willy Haryono • 15 September 2021 14:07
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dijadwalkan hadir secara fisik dalam rangkaian Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang telah dibuka di New York, Amerika Serikat, Selasa kemarin.
 
Nantinya, Menlu Retno akan menghadiri sejumlah side event dan juga pertemuan bilateral di High Level Week di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-76 PBB pada periode 21-27 September mendatang.
 
"Sejauh ini sudah ada 36 jadwal bilateral dengan ibu Menlu. Bukan hanya dari tingkat menlu, tapi juga pemimpin organisasi internasional, termasuk Sekjen PBB (Antonio Guterres)," ujar Dirjen Multilateral Kemenlu RI Febrian Alphyanto Ruddyard dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Rabu, 15 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbeda dari Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu yang hampir sepenuhnya daring, pertemuan tahun ini bersifat hibrida. Jumlah menlu dari negara anggota PBB juga bertambah signifikan.
 
Menurut Febrian, kehadiran Menlu ini merupakan upaya untuk mengejar ketertinggalan terkait hubungan antar negara yang sempat terpisah jarak akibat pandemi Covid-19 sepanjang 2020.
 
"Tingkat kehadiran para menlu sangat tinggi. Mereka ingin mencari kesempatan (pertemuan) bilateral dengan berbagai negara di High Level Week," tutur Febrian.
 
Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyampaikan pidato nasional di Sidang Majelis Umum ke-76 PBB dalam format daring pada 22 September waktu New York. Nantinya, pidato Jokowi akan dijadikan panduan bagi perwakilan Indonesia dalam mendorong beragam isu dan topik di PBB.
 
Beragam agenda utama diangkat dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini, yang dua di antaranya adalah pemulihan pascapandemi Covid-19 dan perubahan iklim.
 
Tema Sidang Majelis Umum PBB tahun ini adalah "Building resilience through hope - to recover from COVID19, rebuild sustainably, respond to the needs of the planet, respect the rights of the people, and revitalize the United Nations."
 
"Tema ini menggambarkan perhatian dunia pada pandemi Covid-19, mengejar pencapaian SDGs, tantangan perubahan iklim, kepedulian pada penghormatan hak asasi manusia, dan upaya revitalisasi peran PBB," ucap Febrian.
 
Baca:  Sidang Majelis Umum ke-76 PBB Fokus di Pemulihan Covid-19 dan Perubahan Iklim

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif