Adapun tiga bidang prioritas yang menjadi fokus utama, antara lain memperkuat arsitektur kesehatan global, transisi energi dan transformasi digital.
"Prinsip pertama, inklusivitas. Ini kata kuncinya. Keketuaan Indonesia bertujuan menuju G20 yang relevan, bukan hanya untuk anggotanya sendiri tapi untuk dunia," kata Retno, Jumat, 26 November 2021.
Ini sebabnya, kata Retno, Indonesia akan menekankan pada kerja sama, terutama dengan negara berkembang, negara miskin, dan pulau-pulau kecil. Ia menambahkan, Indonesia nantinya tidak hanya akan mengundang ASEAN, Uni Afrika dan NEPAD, tapi juga Komunitas Karibia (CARICOM) dan Pacific Islands Forum (PIF) sebagai perwakilan pulau-pulau kecil.
Dalam keketuaan Indonesia ini akan ada 11 kelompok kerja dan satu inisiatif di bawah Sherpa Track. 11 kelompok kerja itu antara lain pertanian, antikorupsi, pembangunan, perdagangan-industri-investasi, pendidikan, ketenagakerjaan, transisi energi, lingkungan dan iklim, kesehatan, pariwisata, dan ekonomi digital.
Baca juga: Menkominfo: Penyelenggaraan G20 Bali Jangan Beri Kesan Amburadul
Retno mengatakan, kegiatan kepresidenan akan dimulai pada 7 dan 8 Desember dengan Sherpa. Pertemuan pertama akan digunakan untuk mengatur agenda kepresidenan.
"Untuk memperkaya diskusi, Indonesia akan mengundang pembicara terkemuka yang akan memberikan wawasan tentang prospek kesehatan dan ekonomi global.
"Kami akan bekerja sekuat yang kami bisa untuk memikul tanggung jawab ini dan membawa manfaat bukan hanya untuk anggota G20, melainkan untuk negara berkembang dan miskin," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News