KTT ASEAN-US tahun lalu digelar secara virtual./AFP
KTT ASEAN-US tahun lalu digelar secara virtual./AFP

KTT ASEAN-US: Tiongkok Tetap Jadi Tantangan Bagi Amerika

Internasional Amerika Serikat asean Tiongkok indo-pasifik ASEAN-AS
Marcheilla Ariesta • 12 Mei 2022 21:39
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menjamu para pemimpin Asia Tenggara di Washington. Pertemuan ASEAN-AS menunjukkan pemerintahannya tetap fokus pada Indo-Pasifik dan tantangan jangka panjang Tiongkok.
 
KTT ASEAN-AS akan digelar selama dua hari, yakni 12-13 Mei 2022. Dimulai dengan makan malam di Gedung Putih dengan para kepala negara ASEAN pada hari ini, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Ini akan menjadi pertama kalinya para pemimpin ASEAN berkumpul sebagai sebuah kelompok di Gedung Putih setelah beberapa tahun. Presiden Barack Obama adalah pemimpin AS terakhir yang menjadi tuan rumah mereka, di Sunnylands di California pada 2016.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak delapan pemimpin ASEAN hadir. AS tidak mengundang pemimpin junta Myanmar, sedangkan Filipina dalam masa transisi setelah pemilihan.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Koordinator Indo-Pasifik Biden, Kurt Campbell berbicara di sebuah think tank mengenai pengertian mendalam untuk tidak terganggu dari Indo-Pasifik. Ia mengatakan, akan berusaha meningkatkan investasi dan keterlibatan AS di negara-negara ASEAN.
 
Menurutnya, Tiongkok, Myanmar, Taiwan dan Ukraina akan menjadi salah satu isu yang dibahas.
 
Baca juga: Tiba di Washington DC, Jokowi Disambut Retno Marsudi
 
"Kami percaya sangat penting bagi negara-negara lain untuk menggarisbawahi secara publik dan pribadi bahwa apa yang telah terjadi di Ukraina tidak boleh terjadi di Asia," tuturnya.
 
Ia merujuk pada ancaman Tiongkok untuk merebut kembali Taiwan - dengan paksa jika diperlukan.
 
Campbell mengakui kritik bahwa keterlibatan AS dengan ASEAN telah berkurang di banyak bidang penting.
 
"Kami harus mengirim sinyal bahwa Amerika Serikat akan menjadi mitra tetap, dan bahwa kepentingan strategis kami mendorong kami dan mengarahkan kami untuk memainkan peran yang lebih besar dari waktu ke waktu," katanya.
 
Ia menambahkan, akan ada diskusi 'substansial' dengan ASEAN mengenai teknologi, pendidikan, infrastruktur. Washington, sambungnya, akan segera mengumumkan rencana untuk memerangi penangkapan ikan ilegal di Pasifik dengan lebih baik.
 
Sementara itu, Kate Rebholz, pelaksana tugas Duta Besar AS untuk ASEAN mengatakan, KTT akan membawa pernyataan visi ASEAN-US yang ambisius dan berwawasan ke depan. Termasuk, katanya, kemitraan dalam kesehatan masyarakat, iklim dan pertumbuhan ekonomi.
 
Banyak ahli berpendapat, pertemuan kali ini hanya bertujuan untuk menunjukkan Tiongkok tetap menjadi tantangan kebijakan luar negeri jangka panjang AS, terlepas dari tindakan Rusia di Ukraina.
 
Mereka mengatakan kemungkinan akan meningkatkan 'kemitraan strategis' AS-ASEAN saat ini dengan menambahkan sebuah kata untuk menjadikannya kemitraan strategis komprehensif, yang sejalan dengan deskripsi hubungan ASEAN dengan Australia dan Tiongkok.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif