Datuk Seri Tajuddin Abdul Rahman ditunjuk sebagai Duta Besar Malaysia untuk Indonesia. Foto: Bernama
Datuk Seri Tajuddin Abdul Rahman ditunjuk sebagai Duta Besar Malaysia untuk Indonesia. Foto: Bernama

Warga Malaysia Ajukan Petisi Tolak Politikus Kontroversial jadi Dubes untuk Indonesia

Fajar Nugraha • 20 Mei 2022 15:17
Kuala Lumpur: Warga Malaysia lakukan perlawanan atas penunjukan pemimpin UMNO yang kontroversial sebagai Duta Besar untuk Indonesia. Hal tersebut memicu petisi yang menyerukan agar penunjukan itu dicabut.
 
Lebih dari 13.500 tanda tangan telah dikumpulkan sejauh ini, karena orang-orang mendesak pencopotan Datuk Seri Tajuddin Abdul Rahman karena kesalahan masa lalunya.
 
Baca: Dikecam, Penunjukkan Tajuddin Abdul Rahman sebagai Dubes Malaysia untuk Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Petisi tersebut meminta 15.000 tanda tangan dan ditujukan kepada Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob, Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah dan Raja Abdullah Shah.
 
"Tolong tanda tangani petisi ini, kami tidak dapat meminta orang seperti dia mewakili kami di Indonesia atau di mana pun," kata pengguna Facebook Yusof Md Latiff, seperti dikutip The Straits Times, Jumat 20 Mei 2022.
 
"Jangan pernah lupa tentang bagaimana dia menangani kecelakaan kereta api, itu mengerikan dan ucapannya tidak beralasan. Dia tidak cocok untuk pekerjaan itu,” tegasnya.
 
Tahun lalu, Tajuddin memicu kecaman setelah menangani kecelakaan kereta api ringan pertama di negara itu yang menyebabkan tiga orang dalam perawatan intensif.
 
Pada konferensi pers, Tajuddin -,yang saat itu menjabat sebagai Ketua Prasarana Malaysia,- mencoba mengecilkan ketidakhadirannya di lokasi pada hari kecelakaan. Dia muncul hanya pada hari berikutnya untuk berbicara kepada media.
 
Prasarana Malaysia adalah perusahaan angkutan umum milik negara mengoperasikan jalur kereta api pinggiran kota utama Malaysia.
 
Tajuddin juga menerima kritik atas komentarnya, termasuk dia menggambarkan kecelakaan itu sebagai dua kereta yang ‘berciuman’ satu sama lain. Dia juga membentak wartawan yang bertanya kepadanya tentang seruan pengunduran dirinya.
 
Sebuah petisi yang menuntut pengunduran dirinya mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan. Dia dicopot sebagai Ketua Prasarana Malaysia dua hari setelah konferensi pers.
 
Sebagai duta besar untuk Indonesia, Tajuddin akan menggantikan diplomat karier Zainal Abidin Bakar, yang diangkat pada 2018 di bawah pemerintahan Pakatan Harapan.
 
Tajuddin, yang merupakan anggota Dewan Tertinggi UMNO, bukanlah politisi pertama yang ditunjuk untuk jabatan tersebut.
 
Dalam langkah kontroversial lainnya pada September 2013, pemerintah menunjuk politisi UMNO Datuk Seri Zahrain Mohd Hashim sebagai duta besar Indonesia, setelah ia meninggalkan oposisi Parti Keadilan Rakyat (PKR).
 
Pengangkatan Tajuddin dikritik habis-habisan oleh oposisi, yang mempertanyakan apakah anggota parlemen Perak adalah kandidat yang tepat untuk jabatan penting itu.
 
Anggota parlemen PKR Sim Tze Tzin dikutip di media lokal pada Selasa (17 Mei) mengatakan: "Pejabat politik sering gagal menegakkan profesionalisme institusional. Penghapusan Tajuddin dari Prasarana adalah contoh bahaya penunjukan politik."
 
Namun, PM Ismail membela penunjukan Tajuddin, dengan mengatakan bahwa itu telah disetujui oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.
 
"Kami tidak bisa memuaskan semua orang," kata Datuk Seri Ismail.
 
Sepanjang karir politiknya, Tajuddin dikenal karena ucapannya.
 
Misalnya, dia mengatakan akan "menampar" orang Cina-Malaysia yang membawa belibis mereka ke luar negeri.
 
Tentang penunjukan Tajuddin sebagai duta besar, pengguna media sosial @amerhadiazmi mentweet: "Saya sangat menyesal Indonesia."

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif