Mantan Menlu RI Marty Natalegawa. Foto: AFP
Mantan Menlu RI Marty Natalegawa. Foto: AFP

Mantan Menlu Marty Nilai Indonesia Perlu Undang Ukraina pada KTT G20 di Bali

Internasional ukraina rusia Indonesia Ketua G20 G20 Presidensi G20 Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 21 April 2022 14:48
Jakarta: Indonesia didesak dari dalam untuk mengundang Ukraina ke G20 tahun ini di Bali. Langkah ini dinilai dapat menenangkan negara-negara Barat yang menuntut dikeluarkannya Presiden Rusia Vladimir Putin dari KTT tersebut, atas invasi Moskow ke tetangganya.
 
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Scott Morrison memimpin oposisi terhadap kehadiran Putin pada pertemuan para pemimpin dunia di Indonesia. Sementara itu, pada Rabu kemarin, Menteri Keuangan AS, Inggris, dan Kanada melakukan aksi walk out pada pertemuan G20 untuk memprotes kehadiran delegasi Rusia.
 
Baca: Menkeu AS dan Sekutu Walk Out dari Pertemuan G20 karena Rusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia, yang memegang kursi kepresidenan G20 tahun ini, telah menolak seruan untuk 'merobek' undangan Rusia ke Bali. Pemerintah Indonesia bersikeras jika kerja sama semua negara anggota diperlukan untuk mengatasi masalah ekonomi global termasuk yang timbul dari perang Putin.
 
Namun, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa percaya KTT harus digunakan sebagai arena untuk mendorong perdamaian di Eropa timur dan Ukraina, yang bukan anggota G20, juga harus diundang.
 
"Sebagai Ketua G20, adalah kewajiban bagi Indonesia untuk secara persuasif membuat alasan mengapa KTT mendatang di Bali memberikan kesempatan berharga untuk menempatkan diplomasi di garis depan dalam mengakhiri konflik di Ukraina dan untuk mengatasi dampak ekonominya," kata Marty, dikutip dari Sydney Morning Herald, Kamis, 21 April 2022.
 
"Pada dasarnya, oleh karena itu, semua anggota G20 (harus setuju) untuk hadir dan menjadi bagian dari solusi. Namun, untuk meningkatkan kemungkinan kemajuan dan pada prinsipnya, upaya semacam itu memerlukan penyertaan Ukraina dalam pembicaraan," imbuh dia.
 
Menurut Marty, dengan alasan tersebut sudah benar Ukraina diundang. Namun, sambung dia, ada juga alasan yang sesuai bagi semua pemimpin G20 untuk hadir dalam menjalankan kepemimpinan dalam mengakhiri konflik.
 
Biden juga menjelaskan bahwa dia ingin Ukraina diwakili di Bali tetapi juru bicara kementerian luar negeri Teuku Faizasyah mengatakan, keputusan tidak akan dibuat sampai konsultasi diselesaikan dengan anggota lain.
 
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pekan ini berada di Eropa untuk menjajaki rekan-rekan G20 tentang keterlibatan Rusia dan Ukraina.
 
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengatakan tidak ada gunanya mengundang Ukraina ke KTT.
 
"Untuk apa? Apakah itu akan membantu menyelesaikan ekonomi dan krisis?" katanya.
 
"Apakah ada nilai tambah jika (kita) membahas isu-isu yang tidak terkait dengan agenda G20?" sambung Lyudmila.
 
Di Washington, Menteri Keuangan AS Janet Yellen, Menkeu Inggris Rishi Sunak dan Menteri Keuangan Kanada Chrystia Freeland berjalan keluar saat delegasi Rusia berpidato di forum G20.
 
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati, yang memimpin pertemuan itu, mengatakan dia yakin aksi tersebut itu tidak akan mengikis kerja sama atau pentingnya forum G20.
 
“Ini situasi yang luar biasa,” kata Sri Mulyani.
 
“Ini bukan bisnis seperti biasanya, sangat dinamis dan menantang. Agar kita bisa pulih bersama, kita butuh kerja sama yang lebih dan lebih kuat lagi. G20 masih forum utama bagi kita semua untuk dapat berdiskusi dan berbicara tentang semua masalah,” sambung dia.
 
Kementerian keuangan Rusia tidak menyebutkan aksi walk out itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan tersebut. Mereka meminta G20 untuk tidak dipolitisasi dialog antar anggota, dan menekankan kelompok itu selalu fokus pada ekonomi.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif