Antrean warga Malaysia yang hendak vaksin covid-19. Foto: AFP
Antrean warga Malaysia yang hendak vaksin covid-19. Foto: AFP

Ada Ancaman Jantung, Malaysia Tunda Vaksinasi Covid-19 untuk Remaja

Internasional Virus Korona malaysia covid-19 pandemi covid-19 Vaksinasi covid-19 Pfizer
Fajar Nugraha • 29 Juli 2021 11:06
Kuala Lumpur: Malaysia menghentikan rencananya untuk menginokulasi mereka yang berusia antara 12 dan 17 tahun terhadap covid-19 untuk sementara waktu. Ini diakibatkan adanya efek samping terkait jantung di antara remaja yang disuntik vaksin Pfizer-BioNTech.
 
Menteri Koordinator Program Imunisasi Nasional Covid-19 (PICK) Khairy Jamaluddin mengatakan, keputusan untuk menangguhkan vaksinasi untuk remaja di sini didasarkan pada laporan efek samping terkait jantung di antara remaja penerima vaksin Pfizer-BioNTech di Amerika Serikat (AS).
 
Pasalnya, berdasarkan laporan efek samping di AS, terjadi insiden miokarditis atau radang jantung, sebanyak 40 kasus per satu juta dosis vaksin virus korona dari Pfizer-BioNTech yang diberikan kepada pria berusia 12 hingga 29 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kejadian ini, meskipun sedikit, masih sedikit mengkhawatirkan, dan Jawatankuasa Khas Jaminan Akses Vaksin COVID-19 (JKJAV) menyarankan agar kita menunggu dan memperoleh data dari negara lain sebelum memutuskan untuk melanjutkan vaksinasi remaja,” katanya di Parlemen Malaysia, Rabu 28 Juli 2021, yang dikutip dari Malay Mail, Kamis 29 Juli 2021.
 
Khairy yang juga menjabat sebagai Menteri Sains dan Teknologi Malaysia mengatakan, penangguhan Malaysia ini serupa dengan keputusan yang diambil Inggris.
 
Pemerintah baru saja membuka pendaftaran vaksinasi covid-19 di aplikasi MySejahtera untuk remaja di Malaysia setelah Badan Regulasi Farmasi Nasional (NPRA) memberikan persetujuannya.
 
Khairy mengatakan, meskipun tidak ada kasus efek samping jantung yang dilaporkan berkembang menjadi kasus serius atau menyebabkan kematian, efek jangka panjang yang tidak diketahui dari miokarditis dan perikarditis terhadap remaja membuat pemerintah menghentikan inisiatif tersebut.
 
Dia juga mengakui temuan baru-baru ini telah mempengaruhi rencana pemerintah untuk menginokulasi siswa yang akan melakukan ujian.
 
“Kami ingin memberikan vaksin kepada siswa SPM tetapi setelah mendapatkan pandangan dari para ahli termasuk ahli jantung anak, pemerintah memutuskan untuk berbuat salah di sisi kehati-hatian demi remaja muda,” tambahnya.
 
Namun, Khairy menambahkan, vaksin covid-19 akan ditawarkan secara sukarela kepada remaja yang menderita penyakit penyerta dan termasuk kelompok berisiko tinggi tertular covid-19.
 
“Remaja dengan penyakit kronis dan mereka yang immunocompromised akan ditawarkan vaksin covid-19, dan itu hanya akan tersedia untuk kelompok remaja itu untuk saat ini,” pungkasnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif