"Biarkan ini menjadi peringatan bagi semua. Ikuti pemerintah saat ini karena sangat penting bahwa kita memiliki perintah," katanya dalam pidato nasional di televisi, dikutip dari Aljazeera, Rabu 2 April 2020.
"Jangan membahayakan pekerja kesehatan, para dokter, karena itu adalah kejahatan serius. Perintah saya kepada polisi dan militer, jika ada yang membuat masalah, dan hidup mereka dalam bahaya: tembak mati mereka," tegasnya.
Dia meminta warga agar jangan menantang pemerintah. Pasalnya, kata Duterte, pemerintah mengupayakan yang terbaik untuk warga.
Peringatan Duterte datang setelah penduduk di sebuah daerah kumuh di Kota Quezon, Manila melakukan protes di sepanjang jalan dekat rumah mereka. Para warga mengklaim mereka belum menerima paket makanan dan pasokan bantuan lainnya sejak lockdown dilakukan dua pekan lalu.
Petugas keamanan desa dan polisi mendesak warga untuk kembali ke rumah mereka. Namun menurut polisi, mereka menolak.
"Polisi membubarkan protes dan menangkap 20 orang," kata laporan tersebut.
Pemimpin protes di Quezon, Jocy Lopez mengatakan mereka terpaksa melakukan protes karena tidak memiliki makanan akibat lockdown.
"Kami di sini meminta bantuan karena kelaparan. Kami belum diberi makanan, beras, bahan makanan atau uang tunai. Kami tidak punya pekerjaan, kepada siapa kami berpaling?" tuturnya sebelum ditangkap.
Otoritas kesehatan Filipina mencatat ada 2.311 kasus covid-19 di sana. Sebanyak 96 orang dilaporkan meninggal dunia dan 50 orang berhasil sembuh akibat virus tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News