Pemimpin de facto Myanmar yang digulingkan militer, Aung San Suu Kyi. (AFP)
Pemimpin de facto Myanmar yang digulingkan militer, Aung San Suu Kyi. (AFP)

Dituduh Terima 11,4 Kg Emas, Aung San Suu Kyi Divonis 5 Tahun Penjara

Internasional Myanmar Aung San Suu Kyi Kudeta Myanmar Junta Myanmar
Marcheilla Ariesta • 27 April 2022 13:00
Naypyidaw: Pengadilan junta Myanmar menjatuhkan vonis hukuman lima tahun penjara kepada Aung San Suu Kyi, pemimpin sipil yang digulingkan dalam kudeta tahun lalu. Ia dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut, yang merupakan satu dari 11 tudingan korupsi yang dilayangkan kepadanya.
 
Peraih Nobel Perdamaian itu sempat memimpin Myanmar selama lima tahun sebelum dipaksa menanggalkan kekuasaannya dalam kudeta di bulan Februari 2021.
 
Ia dikenai setidaknya 18 dakwaan sejak awal kudeta. Jika semua dakwaan itu terbukti, maka Aung San Suu Kyi dapat terkena vonis gabungan hingga hampir 190 tahun penjara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hakim di ibu kota Naypyidaw menjatuhkan vonis beberapa saat setelah persidangan berlangsung," kata seorang sumber, dilansir dari Malay Mail, Rabu, 27 April 2022.
 
Kasus tersebut berpusat pada tuduhan bahwa Suu Kyi menerima 11,4 kilogram batang emas dan uang tunai senilai USD600 ribu dari anak didiknya, yang merupakan mantan kepala menteri Yangon, Phyo Min Thein. Suu Kyi membantah tuduhan itu dan menyebutnya tidak masuk akal.
 
Meski sudah ada vonis, belum diketahui pasti jika Suu Kyi akan dipindahkan dari tahanan rumah ke penjara. Namun, ia sendiri sudah ditahan di lokasi yang dirahasiakan sejak kudeta.
 
Komunitas internasional menolak persidangan Suu Kyi dan menganggapnya hanya sebuah lelucon. Mereka menuntut pembebasannya sesegera mungkin, namun hingga kini cenderung diabaikan.
 
Junta Myanmar mengatakan bahwa Suu Kyi diadili karena ia telah melakukan kejahatan, dan kini tengah menjalani proses hukum secara independen. Seorang juru bicara junta belum dihubungi untuk dimintai komentar terkait vonis terbaru.
 
Sejak awal kudeta pada 1 Februari 2021, Suu Kyi telah didakwa dengan berbagai kejahatan mulai dari pelanggaran undang-undang pemilu dan rahasia negara hingga penghasutan dan korupsi. Tuduhan ini, menurut para pendukungnya, dibuat-buat untuk 'membunuh' peluang politik Suu Kyi.
 
Baca:  Junta Myanmar Bertekad 'Musnahkan' Semua Grup Penentang Kudeta

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif