Ilustrasi (Foto:Medcom.id/M Rizal)
Ilustrasi (Foto:Medcom.id/M Rizal)

Menlu: Kerja Sama ASEAN-Australia Bantu Lawan Kejahatan Lintas Negara

Internasional rohingya indonesia-australia pengungsi rohingya
Marcheilla Ariesta • 30 Juni 2020 20:04
Menlu: Kerja Sama ASEAN-Australia Penting dalam Perang Kejahatan Lintas Negara
 
Jakarta: Masuknya 99 pengungsi etnis Rohingya ke Indonesia pada 24 Juni lalu menjadi pengingat bagi semua negara bahwa kejahatan lintas negara masih tetap ada. Karenanya, dalam pertemuan ASEAN-Australia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan kembali penguatan kerja sama untuk memerangi kejahatan lintas negara itu.
 
"Indonesia menyampaikan agar negara di kawasan terus meningkatkan kerja sama melawan kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan orang dan penyelundupan manusia," kata Retno dalam pernyataan pers virtual usai pertemuan khusus Menlu ASEAN-Australia mengenai covid-19, Selasa, 30 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Retno mengatakan atas nama kemanusiaan, Indonesia memutuskan untuk sementara menerima para pengungsi di tengah situasi penuh tantangan, termasuk pandemi covid-19. Retno menegaskan, selain faktor kemanusiaan, kemungkinan mereka juga menjadi korban penyelundupan manusia.
 
"Tanpa kerja sama dengan negara lain, maka akan sulit untuk memerangi kejahatan lintas negara. Di dalam konteks inilah kerja sama antara ASEAN dan Australia sangat penting dalam penanggulangan kejahatan lintas negara yang terorganisir," imbuhnya.
 
Dalam forum, Retno menekankan bahwa prioritas utama adalah membawa kembali para pengungsi ke negara asalnya di Rakhine, Myanmar dengan cara aman, sukarela dan bermartabat.
 
"Saya menekankan bahwa situasi kondusif di Rakhine harus segera diciptakan, jika tidak, penderitaan orang Rohingya akan terus berlanjut," ujar Retno.
 
Sebanyak 99 pengungsi Rohingya tiba di perairan Aceh pada 24 Juni lalu. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya adalah anak-anak di bawah 18 tahun, yakni sebanyak 56 anak-anak, terdiri dari 43 anak perempuan dan 13 anak laki-laki.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif