Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat membuka Global Town Hall 2020. Foto: GTH 2020
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat membuka Global Town Hall 2020. Foto: GTH 2020

Menlu Retno: Harus Ada Kepemimpinan dan Komitmen Global Atasi Covid-19

Internasional menlu retno lp marsudi covid-19 Global Town Hall
Marcheilla Ariesta • 20 November 2020 10:50
Jakarta: Dunia saat ini dihadapi dengan berbagai tantangan, mulai dari pandemi virus korona hingga perdamaian dan stabilitas. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyerukan untuk terus memperkuat kerja sama dan kepemimpinan global.
 
"Kita semua tinggal di bumi yang sama, bernapas dengan udara yang sama. Kita semua terhubung satu sama lain," kata Retno saat membuka kegiatan Global Town Hall, Jumat, 20 November 2020.
 
"Sekali kita terputus, maka semuanya akan hilang," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan ini saat yang tepat bagi seluruh negara di dunia bekerja sama untuk melawan covid-19.
 
"Ini tidak mudah, harus ada kepemimpinan dan komitmen global," tegasnya.
 
Ia menuturkan tidak pernah membayangkan bahwa diplomat untuk berkutat dengan masalah kesehatan. Namun, akibat pandemi ini, ia jadi banyak belajar mengenai vaksin dan kesehatan.
 
Diplomasi vaksin terus digencarkan untuk membangun kerja sama dalam menangani pandemi.
 
"Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa 'vaksin diberikan untuk beberapa orang di seluruh negara, bukan seluruh orang di beberapa negara' menjadi landasan diplomasi vaksin Indonesia," kata Retno.
 
Tak hanya krisis kesehatan, dunia juga menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi. Retno menuturkan, di kuartal pertama dan kedua 2020, dunia menghadapi tekanan akibat lockdown dan lain sebagainya.
 
Ia mengajak seluruh negara dunia untuk bekerja sama bahu-membahu memperbaiki ekonomi pascapandemi. Indonesia, kata Menlu, terbuka untuk kerja sama travel business corridor untuk memperbaiki iklim ekonomi.
 
Saat ini, Indonesia sudah memiliki perjanjian travel business corridor dengan beberapa negara, seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Singapura, Tiongkok, dan rencananya dengan Jepang.
 
Satu lagi tantangan yang dihadapi dunia saat ini adalah perdamaian dan kestabilan. Retno menentang adanya unjuk kekuasaan di kawasan Asia Tenggara.
 
"Saya, bersama ASEAN membuat pernyataan bersama mengenai situasi yang terjadi di kawasan antara negara-negara berkekuatan besar.Pernyatan tersebut menjadi komitmen ASEAN untuk terus netral dalam menghadapi berbagai situasi di kawasan ini," serunya.
 
Dengan tegas Retno mengingatkan bahwa hukum internasional harus ditegakkan dan menjadi pegangan seluruh negara. Ia meminta agar semua negara bekerja sama terlebih di masa pandemi ini.
 
"Mari kita bersama-sama bekerja untuk masa depan yang lebih baik," tutupnya.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif