Menlu Retno Marsudi beri solusi untuk PBB hadapi unilateralisme. Foto: UNTV
Menlu Retno Marsudi beri solusi untuk PBB hadapi unilateralisme. Foto: UNTV

Dua Solusi Menlu Retno untuk PBB Hadapi Tindakan Unilateralisme

Internasional indonesia-pbb menlu retno lp marsudi Sidang Majelis Umum PBB 2020
Fajar Nugraha • 22 September 2020 07:16
Jakarta: Peringatan ke-75 tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dirayakan dengan sederhana di tengah pandemi. Hal ini menjadi perhatian besar dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menghadiri peringatan secara virtual pada 22 September 2020.
 
Mengambil tema 'The Future We Want, the United Nations We Need: Reaffirming Our Collective Commitment to Multilateralism', peringatan tahun ini ditujukan untuk memetakan jalan menuju masa depan dunia yang lebih baik, serta efektivitas penanganan berbagai tantangan global.
 
“Ekspektasi dunia terhadap PBB semakin meningkat untuk dapat perkuat kepemimpinan global dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ucap Menlu Retno Marsudi dalam pernyataannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tantangan kerja sama multilateral saat ini semakin besar dengan meningkatnya rivalitas dan kebijakan unilateralisme sejumlah negara. Menlu Retno mengingatkan bahwa hal tersebut tidak dapat dibiarkan, karena negara lemah akan semakin terpinggirkan.
 
Without multilateralism, the mighty takes all (tanpa multilateralisme, yang kuat merebut segalanya),” tegas Menlu Retno.
 
Menghadapi unilateralisme yang meluas, Menlu Retno menawarkan dua solusi penting. “Pertama, PBB harus memberikan dampak nyata dan tidak terjebak pada retorika,” ujar Menlu perempuan pertama Indonesia itu.
 
Dalam jangka pendek, hal ini dapat tercermin dalam upaya menjamin dan memfasilitasi akses kebutuhan vaksin dan obat-obatan yang terjangkau bagi semua. Sedangkan dalam jangka panjang, PBB harus berupaya untuk menciptakan ketahanan ekonomi global dan penguatan sistem kesehatan global.
 
“Kedua. PBB harus tetap relevan dan dapat mengantisipasi tantangan mendatang. Untuk itu, PBB harus terus memperbaiki diri agar tetap efisien, adaptif dan memiliki kemampuan deteksi dini,” kata Menlu.
 
Tidak hanya itu, Menlu Retno juga menggarisbawahi dukungan Indonesia atas peranan sentral PBB dalam mengatasi berbagai tantangan global.
 
Pertemuan Tingkat Tinggi Tersebut juga telah mengesahkan Deklarasi ‘Peringatan 75 Tahun PBB’ yang berisi komitmen langkah konkret global untuk ciptakan perdamaian dan meningkatkan rasa saling percaya antar-negara. Deklarasi juga menunjukkan negara-negara memajukan pembangunan berkelanjutan yang inklusif, penghormatan hukum internasional dan hak asasi manusia termasuk, pemberdayaan perempuan, serta pendanaan pembangunan dan kerja sama digital.
 
Peringatan 75 Tahun Berdirinya PBB merupakan salah satu pertemuan dalam rangkaian SMU PBB ke-75 yang berlangsung dari 21 September hingga 2 Oktober 2020. Mengingat kondisi pandemi, penyelenggaraan SMU PBB kali ini dilaksanakan secara hybrid. Pertemuan fisik di Markas Besar PBB di New York hanya dihadiri oleh perwakilan negara yang berkedudukan Amerika Serikat. Seluruh delegasi lainnya mengikuti pertemuan secara virtual.
 
(REN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif