Menlu Retno Marsudi berbicara dalam International Conference of Afghanistan Women's Education (ICAWE) di Nusa Dua, Bali, 8 Desember 2022. (Medcom.id / Willy Haryono)
Menlu Retno Marsudi berbicara dalam International Conference of Afghanistan Women's Education (ICAWE) di Nusa Dua, Bali, 8 Desember 2022. (Medcom.id / Willy Haryono)

RI Galang Dukungan Internasional untuk Pendidikan Perempuan Afghanistan

Willy Haryono • 08 Desember 2022 16:31
Nusa Dua: Pemerintah Indonesia terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Afghanistan yang kehidupannya terus memburuk dari tahun ke tahun. Penderitaan masyarakat Afghanistan, terutama perempuan, semakin parah setelah kelompok Taliban berkuasa di negara tersebut sejak Agustus tahun lalu.
 
Setelah Taliban berkuasa, hak-hak perempuan di Afghanistan dirampas, termasuk seputar akses mengenyam pendidikan.
 
Indonesia tak tinggal diam, dan mencoba mencari solusi mengenai isu pendidikan perempuan di Afghanistan melalui kegiatan International Conference on Afghan Women's Education (ICAWE).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah sejak lama, warga Afghanistan menginginkan kehidupan yang lebih baik. Mereka ingin perdamaian dan kesejahteraan. Tapi mimpi ini tak pernah tergapai," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di pembukaan ICAWE di Nusa Dua, Bali, Kamis, 8 Desember 2022.
 
"Kita semua ada di sini untuk tidak bungkam dan berdiam diri. Kita harus bantu masyarakat Afghanistan mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Acara hari ini adalah bukti mengenai persistensi kita," sambungnya.
 
Menlu Retno memaparkan tiga hal yang menjadi fokus utama dalam membantu masyarakat Afghanistan, terutama perempuan.
 
Pertama, menciptakan lingkungan kondusif untuk kemajuan pertumbuhan perempuan di Afghanistan. Menlu Retno menegaskan bahwa komunitas global harus terus mendorong kebijakan yang menghormati hak perempuan di Afghanistan, termasuk akses pendidikan.
 
Di waktu bersamaan, lanjutnya, masyarakat internasional juga harus mendorong adanya kemajuan dalam dialog internal antar-Afghanistan.
 
"Kedua, memastikan pendidikan bagi semua orang, termasuk di tengah konflik. Kita tidak boleh membiarkan munculnya generasi perempuan Afghanistan yang kehilangan pendidikan," tutur Menlu Retno.
 
Menurut Menlu Retno, komunitas global harus inovatif dan menggunakan semua cara dalam memastikan perempuan Afghanistan bisa bersekolah dan berkuliah. Hal ini dapat dilakukan melalui strategi community education dan pembelajaran jarak jauh.
 
"Ketiga, memobilisasi dukungan internasional untuk pendidikan perempuan Afghanistan. Semua orang harus berkontribusi, dan faktor politik tidak boleh menghalangi upaya ini," kata Menlu Retno.
 
Sejauh ini, Indonesia sudah mengalokasikan bantuan senilai jutaan dolar AS untuk masyarakat Afghanistan dalam bentuk beasiswa, program pembangunan kapasitas, dan pelatihan vokasi.
 
Baca: PBB Desak Taliban Buka Sekolah untuk Anak Perempuan
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif