Menteri Luar Negeri Retno Marsudi./Kemenlu RI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi./Kemenlu RI

Menlu Retno Bagikan 3 Strategi Pencegahan Tindak Penyiksaan

Internasional pbb indonesia-pbb menlu retno lp marsudi
Marcheilla Ariesta • 20 April 2022 10:30
Jakarta: Pemerintah Indonesia merupakan salah satu negara yang mendukung Konvensi PBB Menentang Penyiksaan (UNCAT). Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi membagikan tiga strategi RI dalam pencegahan tindak penyiksaan.
 
Bekerja sama dengan Convention against Torture Initiative (CTI) dan Norwegian Centre for Human Rights (NCHR), Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Regional Seminar the UN Convention Against Torture: Building Robust Preventive Frameworks.
 
Retno menuturkan, dari 173 negara konvensi, sepertiganya adalah dari Asia Pasifik. Langkah ini menjadi titik awal dalam mengakhiri penyiksaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia membagikan tiga strategi Indonesia dalam memperkuat pencegahan penyiksaan.
 
"Pertama, memperkuat infrastruktur hukum. Banyak negara mengakui melarang penyiksaan, termasuk Indonesia," tutur Retno dalam pembukaan seminar tersebut secara virtual, Rabu, 20 April 2022.
 
Baca juga: Kunjungi 4 Negara Eropa, Menlu Retno Akan Konsultasi Terkait Ukraina
 
Retno menegaskan, perlu ada hukum yang adil untuk menjadi dasar menentang kuat penyiksaan. Menurutnya, perlu ada sumber daya yang memadai dan kompensasi untuk para korban.
 
"Kedua, perlunya memperkuat kapasitas," ujarnya.
 
Setiap negara, tutur Retno, memiliki kapasitas dan tantangan yang berbeda. Ia menegaskan, untuk memastikan efektivitas implementasi UNCAT, diperlukan kerja sama antarnegara.
 
Kuncinya, kata Retno, belajar dari kesuksesan negara lain. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu pengimplementasian UNCAT di masing-masing negara.
 
"Ketiga, memperluas keterlibatan pemangku kepentingan yang relevan," seru dia.
 
Lembaga HAM PBB, lembaga penelitian dan organisasi masyarakat sipil termasuk dalam hal ini. Retno menyampaikan, Indonesia mendorong agar lembaga HAM nasional juga dilibatkan dalam kerja sama ini.
 
Ia berharap, kegiatan ini menjadi platform untuk mengembangkan budaya pencegahan penyiksaan di kawasan dan membangun kerja sama lebih luas lagi.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif