Ferdinand Marcos Jr, anak dari mantan diktator Filipina Ferdinand Marcos, melambaikan tangan ke arah para pendukungnya di Pasay, 6 Oktober 2021 (Jam STA ROSA / AFP)
Ferdinand Marcos Jr, anak dari mantan diktator Filipina Ferdinand Marcos, melambaikan tangan ke arah para pendukungnya di Pasay, 6 Oktober 2021 (Jam STA ROSA / AFP)

Masa Kampanye Pemilu Filipina Dimulai, Anak Mantan Diktator Jadi Favorit

Marcheilla Ariesta • 08 Februari 2022 13:49
Manila: Filipina memulai 'perlombaan' memilih pemimpin baru pada Selasa, 8 Februari 2022. Ferdinand Marcos Jr, putra dari mantan diktator Ferdinand Marcos, sejauh ini masih menjadi sosok favorit untuk menggantikan Rodrigo Duterte di kursi kepresidenan.
 
Para kandidat berlomba-lomba menebarkan pesonanya di musim kampanye pemilu Filipina mulai hari ini hingga tiga bulan ke depan. Mereka akan merayu jutaan pemilih yang biasanya lebih tertarik kepada kepribadian tokoh dibanding kebijakan.
 
Lebih dari 35 tahun sejak Filipina keluar dari era kediktatoran, jajak pendapat menunjukkan bahwa Ferdinand Marcos Jr dapat meraih kemenangan telak dalam pemilu Filipina pada 9 Mei mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Didorong kampanye media sosial besar-besaran dan aliansi tangguh dengan calon wakil presiden Sara Duterte, Marcos Jr bersumpah untuk menyatukan Filipina.
 
"Ini bukan waktu dan tempat untuk berdebat tentang sejarah Filipina," kata Marcos Jr, dikutip dari Channel News Asia.
 
"Kita perlu membicarakan dan mendiskusikan apa yang perlu kita lakukan dalam beberapa tahun ke depan, untuk mengembalikan pekerjaan kepada semua orang sehingga mereka bisa memiliki uang," lanjut dia.
 
Wakil Presiden petahana, Leni Robredo, berada di urutan kedua dalam survei pemilih.
 
Memulai kampanye berwarna merah muda di kota Lupi di provinsi tengah Camarines Sur, Robredo mengatakan kepada para pendukungnya bahwa ia berani maju karena ada yang mendukung.
 
Ia mengungguli wali kota selebriti Francisco Domagoso, superstar tinju Manny Pacquiao, dan mantan kepala polisi Panfilo Lacson.
 
"Favorit presiden yang luar biasa tetap Marcos," kata analis Eurasia Group, Peter Mumford. Ia mengestimasi mantan senator itu "berpeluang 70 persen" untuk menang.
 
"Banyak pendukung 'pro-otoriter' Duterte yang melihat Marcos sebagai calon 'orang kuat' berkelanjutan," kata Mumford.
 
Kemenangan untuk Marcos Jr akan menjadi momentum kembalinya keluarga kontroversial dalam dunia perpolitikan Filipina. Beberapa penentang kembalinya dinasti Marcos telah mengajukan petisi kepada Komisi Pemilihan Umum Filipina agar Marcos Jr dicoret dari kandidat capres.
 
Namun langkah tersebut berakhir gagal. Marcos Jr menegaskan, ia akan membantu pertumbuhan ekonomi Filipina dan menekan angka pelanggaran hak asasi manusia jika ia berhasil menjadi presiden.
 
Baca:  Ambisi Keluarga Marcos Kuasai Kembali Filipina
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif