Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andy Rachmianto dalam konferensi pers virtual HWPA 2021. (Kemenlu RI)
Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andy Rachmianto dalam konferensi pers virtual HWPA 2021. (Kemenlu RI)

Kolaborasi Seluruh Elemen Jadi Kunci Utama Perlindungan WNI

Willy Haryono • 27 September 2021 18:07
Jakarta: Diplomasi perlindungan warga negara Indonesia (WNI) merupakan salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia. Dari tahun ke tahun, Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan kualitas perlindungan WNI di semua negara tanpa terkecuali.
 
"Tugas perlindungan WNI tidak sederhana. Menghadirkan negara di hadapan 3,1 juta WNI di luar negeri, terutama di situasi pandemi, membutuhkan usaha ekstra dari kita semua," ujar Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andy Rachmianto dalam konferensi pers virtual terkait acara Hassan Wirajuda Pelindungan Award (HWPA) 2021. Malam penganugerahan HWPA 2021 dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember mendatang.
 
Selama pandemi sejak 1,5 tahun terakhir, upaya perlindungan WNI menghadapi tantangan berat. Dari rata-rata jumlah kasus WNI per tahun, angkanya melonjak hingga tiga kali lipat sejak awal 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski jumlahnya melonjak drastis hingga 300 persen, sebagian besarnya telah berhasil diselesaikan. Dari 54 ribu kasus perlindungan WNI, ungkap Andy, sekitar 80 persen sudah berhasil ditangani dengan baik.
 
"Ini menunjukkan kerja-kerja perlindungan WNI di luar negeri terus mengalami kemajuan," ucapnya.
 
Selama pandemi, berbagai upaya maksimal telah dilakukan 120 perwakilan Indonesia di luar negeri, dalam memberikan pelayanan dan perlindungan WNI terdampak Covid-19. Sejak awal 2020, Kemenlu RI telah memberikan 535 ribu paket bantuan sosial dan logistik kepada WNI terdampak pandemi di luar negeri.
 
Baca:  Perlindungan WNI di Tengah Pandemi Jadi Penilaian Khusus HWPA
 
Tidak hanya itu, sekitar 27 ribu lebih pelaut serta anak buah kapal (ABK) WNI yang terjerat kasus di luar negeri sudah berhasil dibantu perwakilan RI.
 
contoh bbrp data, kita sudah berkan 535 ribu paket bantuan sosial, logistik kepada wni di luar negeri selama pandemi. 27 ribu lebih pelaut abk juga sudah berhasil dibantu difasilitasi,
 
"Kerja-kerja perlindungan WNI terus berjalan tanpa henti, 24 jam sehari, termasuk selama pandemi Covid-19," tutur Andy.
 
seperti disampaikan Presiden Joko Widodo dan Menlu Retno Marsudi, perlindungan WNI merupakan salah satu tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaan konstitusi UUD 1945. Menurut Andy, ini adalah "amanah besar yang mustahil dapat dicapai tanpa ada kerja sama kolaborasi dari semua pihak."
 
"Kementerian Luar Negeri selaku koordinator kebijakan luar negeri mengundang seluruh kalangan, baik pemerintah pusat, daerah, pihak swasta, individu, maupun pihak lainnya untuk ikut secara aktif mendukung program pemerintah dalam diplomasi perlindungan," ujar Andy.
 
"Satu hal yang menjadi kunci (perlindungan WNI) adalah kolaborasi. Kolaborasi ini harus jadi pegangan bersama. Kolaborasi antar seluruh elemen harus dilakukan demi memastikan perlindungan diberikan secara sistematis, dari hulu ke hilir," pungkasnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif