Menlu Retno Marsudi pimpin pertemuan COVAX AMC. Foto: Kemenlu RI
Menlu Retno Marsudi pimpin pertemuan COVAX AMC. Foto: Kemenlu RI

Ini Dia Dua Usulan Menlu Agar Dunia Siaga Hadapi Pandemi di Masa Depan

Fajar Nugraha • 29 September 2022 07:57
New York: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memimpin pertemuan COVAX AMC ke-10 mengenai vaksin covid-19. Menlu menyebutkan, akhir pandemi sudah dekat.
 
“Pandemi covid-19 memang belum selesai, tetapi akhir dari pandemi sudah tampak di depan mata,” ujar Menlu Retno yang mengutip kembali pernyataan Dirjen WHO pada saat memimpin Pertemuan COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC-EG) ke-10, bersama Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Rabu 28 September 2022. 
 
Untuk menuju akhir pandemi, Menlu Retno menyampaikan dua solusi. Ini termasuk solusi jangka pendek dan jangka panjang, di antaranya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama, COVAX AMC EG perlu terus atasi kesenjangan vaksin, antara lain dengan memperkuat kampanye vaksinasi, utamanya di negara-negara dengan tingkat coverage rendah.
 
Kedua, pola pikir harus diubah dari “gawat darurat" menjadi “siap siaga" untuk merespon pandemi di masa depan. Menlu juga tekankan pentingnya terus mendorong solidaritas global dan memastikan akses setara terhadap medical solutions, utamanya bagi negara berkembang.
 
“Dunia saat ini membutuhkan mekanisme permanen yang mampu perkuat arsitektur kesehatan global. Oleh karenanya, Presidensi Indonesia di G20 turut mengamankan medical solutions bagi negara berkembang melalui Financial Intermediary Fund (FIF),“ tambah Menlu Retno, dari keterangan tertulis Kemenlu RI, Kamis 29 September 2022.
 
Mengingat masih terdapat kesenjangan distribusi vaksin dan capaian vaksinasi, para Co-Chairs mendukung keberlanjutan kinerja COVAX hingga 2023, khususnya untuk mendorong upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi di masa depan.
 
Pertemuan   juga membahas mengenai perkembangan terkini penyediaan vaksin bagi negara anggota AMC. Tercata sekitar 76 persen dosis vaksin yang ada di negara-negara berpenghasilan rendah berasal dari skema COVAX.
 
Selain itu, pertemuan juga menyepakati pentingnya penyesuaian struktur COVAX dengan perkembangan pandemi terkini, termasuk dengan meningkatkan kapasitas bagi negara-negara agar siap hadapi potensi pandemi lainnya.
 
“COVAX harus terus bekerja dengan WHO untuk memastikan setiap negara memiliki sumber daya yang diperlukan demi perkuat strategi kesehatan nasionalnya,” demikian kata Menlu.
 
COVAX AMC adalah mekanisme penyaluran vaksin secara gratis kepada negara anggotanya, yaitu 92 negara berpendapatan menengah ke bawah dan berpendapatan rendah. Sebagai forum kerja sama multilateral, COVAX telah membuktikan bahwa multilateralisme bekerja efektif.
 
Hingga kini, sedikitnya 1.72  miliar dosis vaksin telah dikirim oleh COVAX melalui jalur multilateral. 79 negara telah capai target vaksinasi sebesar 70 persen, termasuk Indonesia. Melalui COVAX, Indonesia telah mendapatkan 130,662,975 (25,6 persen) dosis vaksin Covid-19 secara gratis. Menlu Retno Marsudi merupakan salah satu co-chairs dari COVAX AMC, bersama bersama Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada.

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif