Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. (AFP)
Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. (AFP)

Jajaran Pemimpin Malaysia Diskusikan Proposal PM Muhyiddin

Internasional anwar ibrahim politik malaysia Muhyiddin Yasin
Willy Haryono • 25 Oktober 2020 15:29
Kuala Lumpur: Jajaran pemimpin dari berbagai negara bagian di Malaysia berkumpul di Istana Negara di Kuala Lumpur pada Minggu, 25 Oktober 2020, untuk mendiskusikan proposal Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. PM Muhyiddin sebelumnya mengusulkan agar Malaysia menerapkan status darurat dalam menghadapi pandemi virus korona (covid-19).
 
Namun sejumlah pihak, terutama pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, menilai rencana tersebut hanya skema PM Muhyiddin untuk mempertahankan kekuasaan.
 
Menurut laporan The Star, pemimpin Johor Sultan Ibrahim Iskandar sudah tiba di Istana Negara sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Sementara pemimpin Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah terlihat tiba di istana pada pukul 14.15.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sultan Sallehuddin Badlishah asal Kedah tiba tak lama kemudian pada 14.18. Iring-iringan Sultan Terengganu dan juga Yang Di-Pertuan Besar Negeri Sembilan juga terlihat di istana.
 
Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ahmad Shah, menyerukan pertemuan khusus untuk membicarakan proposal PM Muhyiddin. The Star melaporkan, pertemuan yang dijadwalkan pukul 14.30 itu bersifat informal, dan hanya terdiri dari jajaran pemimpin negara bagian tanpa melibatkan politisi.
 
Disebutkan bahwa Raja Malaysia akan menyampaikan keputusannya kepada PM Muhyiddin usai pertemuan tersebut.
 
Kepolisian Malaysia telah memperingatkan publik untuk tidak berkumpul di dekat istana. Sementara awak media sudah berkumpul di luar area istana sejak pukul 10.00.
 
Proposal PM Muhyiddin mengundang kecaman dari sejumlah pihak, yang dinilai inkonstitusional. Anwar Ibrahim menegaskan, status darurat di Malaysia hanya bisa diterapkan jika ada ancaman terhadap keamanan nasional.
 
Ia menilai rencana PM Muhyiddin itu dapat berujung pada "kediktatoran dan otoritarianisme."
 
Baca:Anwar Ibrahim Kecam Wacana Pembekuan Parlemen Malaysia
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif